Kenaikan Suku Bunga Acuan yang 'Timely' dan Antisipatif
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Hal yang pasti, sinkronisasi langkah pengetatan kebijakan ekonomi dan moneter di sejumlah negara sebagai wujud normalisasi kebijakan (new normal policy) juga menjadi concern BI dalam pengambilan keputusan kali ini.
Cepat atau lambat keputusan atas kenaikan BI7DRRR sebesar 25 bps ini akan dikaji oleh kalangan sektor keuangan, terutama perbankan terkait dengan kebijakan penyesuaian penetapan suku bunga simpanan dan kredit. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pelaku dunia usaha baik sebagai pemilik dana (deposan) maupun sebagai peminjam kredit (debitur).
Bahwa kenaikan BI7DRRR hanya 25 bps, mengindikasikan kalaupun terjadi penyesuaian suku bunga perbankan dan pembiayaan, maka kemungkinan besaran kenaikannya tidak terlalu besar.
Hal yang pasti, karena kondisi likuiditas setiap bank dan lembaga pembiayaan secara individual berbeda satu dengan lainnya, maka kemungkinan bisa terjadi penyesuaian suku bunga di sektor keuangan tidak akan seragam dan serentak.
Sebab, bagaimanapun pelaku industri jasa keuangan (terutama sektor perbankan dan pembiayaan) harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha mereka dan juga keberlangsungan usaha para mitra usahanya dalam jangka panjang. Business sustainability dan long term relationships menjadi pertimbangan penting sebelum langkah penyesuaian suku bunga dilakukan.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Cepat atau lambat keputusan atas kenaikan BI7DRRR sebesar 25 bps ini akan dikaji oleh kalangan sektor keuangan, terutama perbankan terkait dengan kebijakan penyesuaian penetapan suku bunga simpanan dan kredit. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pelaku dunia usaha baik sebagai pemilik dana (deposan) maupun sebagai peminjam kredit (debitur).
Bahwa kenaikan BI7DRRR hanya 25 bps, mengindikasikan kalaupun terjadi penyesuaian suku bunga perbankan dan pembiayaan, maka kemungkinan besaran kenaikannya tidak terlalu besar.
Hal yang pasti, karena kondisi likuiditas setiap bank dan lembaga pembiayaan secara individual berbeda satu dengan lainnya, maka kemungkinan bisa terjadi penyesuaian suku bunga di sektor keuangan tidak akan seragam dan serentak.
Sebab, bagaimanapun pelaku industri jasa keuangan (terutama sektor perbankan dan pembiayaan) harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha mereka dan juga keberlangsungan usaha para mitra usahanya dalam jangka panjang. Business sustainability dan long term relationships menjadi pertimbangan penting sebelum langkah penyesuaian suku bunga dilakukan.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :