Kenaikan Suku Bunga Acuan yang 'Timely' dan Antisipatif

Jum'at, 26 Agustus 2022 - 13:11 WIB
loading...
Kenaikan Suku Bunga...
Ryan Kiryanto (Foto: Ist)
A A A
Ryan Kiryanto
Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economic, and Digital/ISED)

RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 yang memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 4,50% secara keseluruhan merupakan keputusan yang timely (tepat waktu) dan antisipatif.

Disebut demikian karena keputusan tersebut diambil sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food.

Selain juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah pertumbuhan ekonomi domestik yang semakin kuat.

Hal itu juga ditegaskan pada judul keputusan RDG BI kali ini, yakni “Sinergi Menjaga Stabilitas dan Memperkuat Pemulihan”, yang menunjukkan tujuan menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat pemulihan ekonomi tetap berjalan beriringan.

Disebutkan, antisipatif dalam pengambilan keputusan RDG BI kali ini juga karena sudah mengantisipasi kemungkinan tingginya ekspektasi inflasi inti maupun inflasi harga konsumen (IHK) sebagai dampak langsung (first round effect) dan dampak tidak langsung (second round effect) dari kenaikan harga BBM nonsubsidi serta dampak dari inflasi volatile food.

Bahwa spirit atau nuansa kebatinan dari keputusan RDG BI kali ini disebut timely dan antisipatif secara jelas juga terlihat dari besaran kenaikan BI7DRRR yang relatif rendah, yakni 25 bps, yang artinya sudah sesuai dengan ekspektasi banyak ekonom dan analis. Dengan demikian, keputusan ini logis dan diyakini bisa diterima oleh banyak pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Prabowo: Rakyat di Desa...
Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rekomendasi
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved