Kisah Soekarno saat Dibuang Belanda ke Ende karena Aktivitas Politiknya

Kamis, 18 Agustus 2022 - 16:43 WIB
loading...
Kisah Soekarno saat...
Ir. Soekarno merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ir. Soekarno merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia. Dalam perjuangannya, Bung Karno telah banyak melewati berbagai penangkapan dan pengasingan yang dilakukan oleh Belanda .

Salah satu diantaranya adalah diasingkan ke Ende, Flores pada tahun 1934. Sama halnya dengan pengasingan lainnya, hal ini dilakukan Belanda karena khawatir dengan aktivitas politik yang dilakukan Soekarno.

Baca juga : Geopolitik Indonesia dan Pesan Soekarno

Dikutip dari laman cagar budaya kemendikbud, pengasingan Ir. Soekarno berawal dari pertemuan politik di rumah Muhammad Husni Thamrin pada 1 Agustus 1933. Ketika keluar dari rumah tersebut, Bung Karno ditangkap seorang Komisaris Polisi dan kemudian dipenjara tanpa proses pengadilan.

Pada 28 Desember 1933, Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, De Jonge menerbitkan sebuah surat perintah pengasingan Soekarno ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam perjalanannya menuju tempat pengasingan, Soekarno tidaklah sendiri. Dia bersama keluarganya berangkat dari Surabaya ke Flores dengan KM van Riebeeck. Sesampainya di Ende, mereka dibawa ke rumah pengasingan yang sudah disiapkan.

Rumah tersebut terletak di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja. Di sana, Soekarno ditempatkan bersama Istrinya, Inggit Garnasih, Ibu Amsi yang berstatus mertuanya, serta kedua anak angkatnya, yaitu Kartika dan Ratna Juami.

Selama empat tahun di Ende, tercetus dalam pikiran Soekarno tentang dasar Negara yang nantinya dirumuskan menjadi Pancasila pada 1945.

Dalam pengasingannya tersebut, ada sebuah momen ketika Soekarno sempat menjadi pedagang kain di Ende. Adapun alasan Bung Karno berdagang karena ingin menambah penghasilan.

Seperti yang diketahui, sebagai orang pengasingan dia hanya memperoleh tunjangan dari pemerintah kolonial dengan besaran yang tak seberapa. Saat itu, Bung Karno bekerja sama dengan pengusaha tekstil asal Kota Bandung yang menjadi kenalannya.

Baca juga : Kemal Ataturk Tidak Sebanding Soekarno

Pada setiap penjualan, Soekarno akan mendapat komisi sebesar 10 persen dari harganya. Adapun pemilihan kain sebagai barang yang dijual karena mempertimbangkan peluang yang cukup lebar di Ende.

Hal ini karena Soekarno mengetahui bahwa kain yang dijualnya lebih murah dari toko-toko lain yang ada di Ende. Maka dari itu, dia memutuskan untuk berjualan kain dalam usahanya menambah penghasilan.

Pada 18 Oktober 1938, Soekarno dipindahkan dari Ende ke Bengkulu. Setelah Indonesia merdeka, Bung Karno kembali berkunjung ke Ende pada 1951. Dalam kunjungan tersebut, dia ingin rumah bekas pengasingannya dulu itu untuk dijadikan sebagai museum.

Akhirnya, pada 16 Mei 1954, Soekarno meresmikan tempat pengasingan tersebut sebagai ‘Rumah Museum’.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Dokter Tifa Didampingi...
Dokter Tifa Didampingi Refly Harun Masuk Ruang Tahanan Polda Metro Jaya, Langsung Ditahan?
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Rekomendasi
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved