Indeks Keamanan Siber Indonesia Peringkat 24 Dunia
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:48 WIB
loading...
Peluncuran Badan Narkotika Nasional–Computer Security Incident Response Team (BNN-CSIRT), Selasa (9/8/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) Ariandi Putra mengungkapkan, Indonesia berada di peringkat ke-24 dari 194 negara dalam hal keamanan siber dan sandi negara. Berdasarkan Global Cybersecurity Index (GCI), Indonesia bercokol dengan skor 94,88.
Menurut dia, pemeringkatan tersebut tak lepas dari keberhasilan kinerja seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha (industri), akademisi maupun komunitas/masyarakat.
"Ini dukungan bersama membangun konsolidasi dan koordinasi di bidang keamanan siber sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing demi terwujudnya ekosistem ruang siber di Indonesia yang aman, nyaman, dan terus berkembang," kata Ariandi saat peluncuran Badan Narkotika Nasional–Computer Security Incident Response Team (BNN-CSIRT) dikutip dari keterangan resminya, Rabu (10/8/2022).
CSIRT merupakan salah satu major project yang dijalankan oleh BSSN guna memperkuat keamanan siber Indonesia. Pembentukan CSIRT tertuang dalam Perpres No 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2024 yang menargetkan terbentuknya 131 CSIRT yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga dan daerah di Indonesia.
Menurut Ariandi, CSIRT adalah salah satu aspek yang berpengaruh dalam penilaian Global Cybersecurity Index. Keberadaan CSIRT sebagai bentuk komitmen negara terhadap keamanan siber Indonesia dan telah mendorong peringkat GCI Indonesia meningkat.
Indeks Keamanan Siber Indonesia terus mengalami peningkatan. Skor Indonesia yang dicapai pada GCI 2020 adalah 94.88 atau naik sebesar 17.28 poin dari skor pada 2018. Hal ini memenuhi target RPJMN 2020-2024 yang menetapkan bahwa target penilaian GCI Indonesia tahun 2020 yaitu sebesar 79.20.
Menurut dia, pemeringkatan tersebut tak lepas dari keberhasilan kinerja seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha (industri), akademisi maupun komunitas/masyarakat.
"Ini dukungan bersama membangun konsolidasi dan koordinasi di bidang keamanan siber sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing demi terwujudnya ekosistem ruang siber di Indonesia yang aman, nyaman, dan terus berkembang," kata Ariandi saat peluncuran Badan Narkotika Nasional–Computer Security Incident Response Team (BNN-CSIRT) dikutip dari keterangan resminya, Rabu (10/8/2022).
CSIRT merupakan salah satu major project yang dijalankan oleh BSSN guna memperkuat keamanan siber Indonesia. Pembentukan CSIRT tertuang dalam Perpres No 18 Tahun 2020 tentang RPJMN Tahun 2020-2024 yang menargetkan terbentuknya 131 CSIRT yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga dan daerah di Indonesia.
Menurut Ariandi, CSIRT adalah salah satu aspek yang berpengaruh dalam penilaian Global Cybersecurity Index. Keberadaan CSIRT sebagai bentuk komitmen negara terhadap keamanan siber Indonesia dan telah mendorong peringkat GCI Indonesia meningkat.
Indeks Keamanan Siber Indonesia terus mengalami peningkatan. Skor Indonesia yang dicapai pada GCI 2020 adalah 94.88 atau naik sebesar 17.28 poin dari skor pada 2018. Hal ini memenuhi target RPJMN 2020-2024 yang menetapkan bahwa target penilaian GCI Indonesia tahun 2020 yaitu sebesar 79.20.
Lihat Juga :