Ini 7 Senjata Api Paling Populer yang Digunakan Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 04 Agustus 2022 - 10:56 WIB
loading...
A A A
Pada masa Perang Dunia II Senapan ini bisa dibilang yang paling canggih. Dengan kaliber 30-06 inchi ditambah dengan sistem semi otomatis membuatnya populer di zaman itu. Senapan ini pada awalnya dibawa oleh tentara Inggris dan Belanda ke Indonesia. Senjata ini juga merupakan hasil rampasan dari para tentara kolonial.

3. Bren LMG

Senjata api yang dibuat di Inggris pada tahun 1930an ini menggunakan amunisi 0,303, dan memiliki kecepatan tembakan antara 480 dan 540 putaran per menit (rpm), tergantung pada modelnya. Sejarahnya Inggris memproduksi senjata ini atas lisensi dari pabrik senjata Ceko. Bren sendiri merupakan salah satu nama kota di Ceko.

Senjata ini muncul di Indonesia ketika pecahnya peristiwa pasca kemerdekaan 10 November 1945 di Surabaya. Jenis senjata ini sampai saat ini masih digunakan oleh Polri.

4. Arisaka

Jepang menjadi negara pemrakarsa senjata api yang dirancang oleh Baron Nariakira Arisaka, dan mulai diproduksi pada tahun 1897 hingga 1945 oleh beberapa gudang senjata di Negeri Sakura.

Senjata itu digunakan oleh Tentara Kekaisaran Jepang dalam jumlah besar selama Perang Dunia II. Senjata ini menggunakan sistem Bolt action (sekali kokang tembak) dengan kaliber 6.5x50 mm.

Ketika pembentukan PETA beberapa tentara Indonesia juga diberikan senapan ini. Namun senjata ini berhenti produksi setelah Jepang kalah dan menyerah tanpa syarat pada Perang Dunia II.

Baca juga : Kisah Yang Chil-seong, Pejuang Kemerdekaan Indonesia asal Korea yang Merepotkan Belanda

5. Sten Gun

Inisiatif Inggris pada perang Dunia II melahirkan senjata ini. Pembuatan senapan ini dilakukan di berbagai tempat yaitu, kanada, Australia dan Amerika Serikat pada tahun 1941.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Rudal QW-3, Alutsista...
Rudal QW-3, Alutsista Canggih Andalan Batalyon Arhanud 21 Pasgat
TNI AD dan Tentara Amerika...
TNI AD dan Tentara Amerika Gelar Simulasi Militer di Bogor
Kemhan Bersama Yayasan...
Kemhan Bersama Yayasan Rabu Biru Beri Layanan Kesehatan Bagi Veteran dan Warakawuri
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak, Ini Skemanya
10 Akademi Militer Terbaik...
10 Akademi Militer Terbaik di Dunia, West Point Paling Bergengsi
Rekomendasi
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Infografis
3 Senjata Rusia yang...
3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti oleh Militer Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved