Refly Harun: Kabinet Awal Lebih Baik, Menteri Sekarang Lebih Sadar Kamera
Senin, 29 Juni 2020 - 10:00 WIB
loading...
Pakar hukum tata negara, Refly Harun. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kekesalan Presiden Joko Widodo terhadap para menterinya dalam menangani pandemi virus Corona (Covid-19) beserta dampaknya menjadi perbincangan luas.
Terlebih pernyataan Jokowi yang disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara 18 Juni lalu itu juga menyinggung tentang rendahnya penyerapan anggaran kementerian.
Jokowi juga mengaku sempat memikirkan untuk melakukan pembubaran lembaga dan perombakan (reshuffle) kabinet. (Baca juga: Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffl e)
Pernyataan Jokowi menarik perhatian pakar hukum tata negara Refly Harun. Melalui Chanel Youtube-nya, Refly mengaku heran dengan penyerapan anggaran yang sangat kecil. Padahal saat ini kondisi bangsa sedang pandemi Covid-19.
"Jadi agak mengherankan, penyerapan uangnya terlambat. bisa jadi karena birokrasi keuangannya. Karena, ketika Covid-19 ini, walaupun Kementerian Kesehatan leading sector, tapi ada leading sector lain, yakni Gugus Tugas yang berada di BNPB," kata Refly dalam rekaman video di Chanel Youtubenya berjudul Jokowi Gerah, Ancam Reshuffle yang diposting Senin (29/6/2020). (Baca juga: Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan )
Dia juga menduga itu terjadi karena manjemen keuangan yang tidak "lincah" sehingga kementerian takut untuk mengeluarkan uang.
"Takut mengeluarkan keuangan negara, takut merugikan negara, takut ini, takut itu. Padahal kalau memang punya niat baik, dengan komunikasi dengan penegak hukum, dengan KPK tidak diambil sendiri, saya kira harusnya seharusnya mudah," tuturnya.
Terlebih pernyataan Jokowi yang disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara 18 Juni lalu itu juga menyinggung tentang rendahnya penyerapan anggaran kementerian.
Jokowi juga mengaku sempat memikirkan untuk melakukan pembubaran lembaga dan perombakan (reshuffle) kabinet. (Baca juga: Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffl e)
Pernyataan Jokowi menarik perhatian pakar hukum tata negara Refly Harun. Melalui Chanel Youtube-nya, Refly mengaku heran dengan penyerapan anggaran yang sangat kecil. Padahal saat ini kondisi bangsa sedang pandemi Covid-19.
"Jadi agak mengherankan, penyerapan uangnya terlambat. bisa jadi karena birokrasi keuangannya. Karena, ketika Covid-19 ini, walaupun Kementerian Kesehatan leading sector, tapi ada leading sector lain, yakni Gugus Tugas yang berada di BNPB," kata Refly dalam rekaman video di Chanel Youtubenya berjudul Jokowi Gerah, Ancam Reshuffle yang diposting Senin (29/6/2020). (Baca juga: Soroti Kinerja Menteri, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan )
Dia juga menduga itu terjadi karena manjemen keuangan yang tidak "lincah" sehingga kementerian takut untuk mengeluarkan uang.
"Takut mengeluarkan keuangan negara, takut merugikan negara, takut ini, takut itu. Padahal kalau memang punya niat baik, dengan komunikasi dengan penegak hukum, dengan KPK tidak diambil sendiri, saya kira harusnya seharusnya mudah," tuturnya.