Kerap Disebut Radikal, Ini Penjelasan Ustaz Haikal Hassan

Senin, 29 Juni 2020 - 03:05 WIB
loading...
Kerap Disebut Radikal,...
Ustaz Haikal Hassan. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penceramah Haikal Hassan mengaku, dirinya telah menjadi korban dari framing media atas perjuangannya selama ini yang justru dianggap oleh sekelompok pihak sebagai penceramah garis keras atau radikal.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu dalam Bincang Santai Bersama Ustadz Haikal Hassan bertema Wawasan Kebangsaan dan Keislaman Indonesia dan US yang digelar secara virtual oleh Nusantara Foundation dan dipandu Direktur Jamaica Muslim Center, New York, AS, Imam Shamsi Ali, Minggu (28/6/2020) malam.

Dia mengaku heran dengan anggapan bahwa dirinya dicap radikal. Padahal, selama 34 tahun, dirinya mendirikan sebuah yayasan yang bergerak di dalam pemberantasan buta huruf Alquran. (Baca juga; Kesukaran adalah Jalan Menuju Kemudahan )

"Di sana diajarkan ngaji mulai alif, ba' ta', itulah kiprah saya terus. Saya juga seorang konsultan, apa mungkin saya dicap radikal padahal 80 persen lebih klien saya Chinese dan nonmuslim, kok bisa mereka menerima saya. Tapi orang yang baru kenal menganggap saya keras karena framing, (informasinya) dipotong untuk character assasination (pembunuhan karakter)," tuturnya.

Hal ini terjadi, menurut Hassan, sebagai buntut dari gonjang-ganjing politik di Tanah Air. "Ini kesalahan saya karena gonjang-ganjing politik padahal seperti antum ketahui, ini luar biasa framing terjadi," katanya. (Baca juga; Haikal Hassan: Jangan Lagi Panggil Cebong dan Kadrun )

Menurut dia, hal ini terjadi karena di Indonesia gap pendidikan warganya terlampau jauh. Akibatnya, ketika dirinya atau para penceramah lain berbicara kerap kali terjadi kesalahan pemahaman. "Kita bicara ketinggian yang bawah tidak memahami, dan sebaliknya kita bicara rendah tidak dianggap oleh yang di atas," ujarnya.

Haikal juga mengaku heran dengan persepsi negatif seorang ustaz yang masuk atau berbicara ke ranah politik. "Sekarang siapa yang tidak berpolitik? Saya tidak berpolitik, saya tidak anggota parpol, namun saya boleh menyuarakan satu pendapat bahwa saya memilih paslon tertentu," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Kader Partai Berkarya...
Kader Partai Berkarya Diminta Mendukung Agenda Pembangunan Nasional
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Rekomendasi
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved