Imbas Larangan Mudik, Jumlah Angkutan Umum Terus Merosot
Senin, 27 April 2020 - 04:52 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah penumpang bus juga mengalami penurunan selama Maret dibandingkan dengan pada Februari. Totalnya sebesar 1.885.943 orang atau 19,57%. Demikian juga jumlah pengemudi dan asisten pengemudi bus pariwisata sebanyak 2.428 orang. Kemudian, tenaga kerja sebagai pengemudi, kapten, dan asisten kapten bus antar kota antar provinsi (AKAP) 3.900 orang.
“Keseluruhan ada 6.328 tenaga kerja pekerja transportasi umum dari bus AKAP dan bus pariwisata yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) sejak wabah COVID-19 diumumkan di Indonesia,” paparnya.
Selanjutnya, untuk penumpang angkutan KA jarak jauh dan lokal menurun 27%. Adapun jumlah penumpang MRT, KRL, KA Bandara dan LRT juga merosot sebesar 45,9%.
Djoko menambahkan, fenomena itu juga terjadi di angkutan udara. Dari 50 bandara selama Maret hingga 15 April 2020, penumpang dalam negeri menyusut 72,48% dan penumpang luar negeri 98,95%. Pergerakan pesawat dalam negeri juga turun sebesar 57,42% dan luar negeri menurun 96,58%.
Angkutan penyeberangan selama Maret hingga 15 April 2020 juga menurun dibandingkan periode yang sama pada 2019. Data di tujuh pelabuhan penyeberangan yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, Lembar, Batam, Bitung dan Kayangan, menunjukkan terjadi penurunan 23% pejalan kaki dan 13% kendaraan. Demikian juga angkutan laut selama 1 – 15 April 2020 terjadi penurunan sebesar 76% dibandingkan periode yang sama pada 2019.
“Keseluruhan ada 6.328 tenaga kerja pekerja transportasi umum dari bus AKAP dan bus pariwisata yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) sejak wabah COVID-19 diumumkan di Indonesia,” paparnya.
Selanjutnya, untuk penumpang angkutan KA jarak jauh dan lokal menurun 27%. Adapun jumlah penumpang MRT, KRL, KA Bandara dan LRT juga merosot sebesar 45,9%.
Djoko menambahkan, fenomena itu juga terjadi di angkutan udara. Dari 50 bandara selama Maret hingga 15 April 2020, penumpang dalam negeri menyusut 72,48% dan penumpang luar negeri 98,95%. Pergerakan pesawat dalam negeri juga turun sebesar 57,42% dan luar negeri menurun 96,58%.
Angkutan penyeberangan selama Maret hingga 15 April 2020 juga menurun dibandingkan periode yang sama pada 2019. Data di tujuh pelabuhan penyeberangan yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, Lembar, Batam, Bitung dan Kayangan, menunjukkan terjadi penurunan 23% pejalan kaki dan 13% kendaraan. Demikian juga angkutan laut selama 1 – 15 April 2020 terjadi penurunan sebesar 76% dibandingkan periode yang sama pada 2019.
(nbs)
Lihat Juga :