Titik Nol Peradaban  

Selasa, 19 Juli 2022 - 08:57 WIB
loading...
A A A
Shmuel Bar, dalamThe Religious Sources of Islamic Terrorism(2004), menyebutkan keberhasilan membangun kekuatan secara apik, mulai dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Kekuatan ini juga muncul dari tingkat bawah masyarakat (grassroot) hingga pemerintahan sehingga menjadikan kelompok moderat menghadapi dilema cukup pelik berupa sulitnya menyanggah argumen tafsir agama yang dikembangkan dan keengganan untuk—atau bahkan larangan—menghasutIslamic Kulturkampf(Islamic Cultur War) yang akan memecah belah barisan umat.

Penjelasan berikutnya digambarkan oleh Kevin van Bladel dalamA Brief History of Islamic Civilization from Its Genesis in the Late Nineteenth Century to Its Institutional Entrenchment(2020). Dijelaskan bahwa ada diksi yang tepat ketika kelompok ini lebih memilih kata “Islam” daripada kata “Arab” seperti gerakan keagamaan pada abad ke-19.

Ini karena Islam bukan hanya sebuah agama, tetapi juga sebuah kerajaan dan teori politik. Penggabungan ini untuk menjadikan Islam sebagai peradaban kesatuan (Einheitszivilisation) yang, meskipun ada variasi lokal, memiliki jejak yang seragam di setiap tempat keberadaannya baik ekologi, ekonomi, adat-istiadat, atau bahasa.

Kembali ke persoalan awal, salah satu peserta bertanya, apakah moderasi beragama merupakan program kolaborasi pemerintah dengan Islam Nusantara NU? Penulis menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan Islam ramah, sebagaimana NU dan Islam Nusantaranya, dan Muhammadiyah dan Islam Berkemajuannya. Pemerintah telah menetapkan bahwa moderasi beragama adalah titik nol sebagai perjuangan bersama untuk membangun peradaban (zero point of civilization) baik tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai catatan akhir, sejumlah tokoh yang mampu mencegah gerakan ini adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melalui gerakan pesantren dan tradisionalnya, Nurcholish Madjid dengan pemikiran Islam dan sekularismenya, dan Ahmad Syafii Maarif lewat gerakantajdid(pembaruan) Islam. Nama-nama ini merupakan penarik gerbong besar pemikiran Islam yang selalu memunculkan gagasan baru dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pas dengan budaya dan sosial Indonesia.

Martin van Bruinessen dan Farid Wajidi (2006) mendefinisikan sebagai “better-educatedpesantren” bahwa Islam tradisionalis di lingkungan pesantren, yang dulunya konservatif secara sosial dan budaya, secara paradoks telah melahirkan gerakan progresif reformasi sosial dan keagamaan yang lebih dekat ke akar rumput daripada kebanyakan lainnya. Aspek yang paling menonjol dari gerakan progresif ini adalah peran kiai, ide-ide, dan cita-citanya serta intervensi sosialnya yang memberikan legitimasi sosial efektif.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Kementerian, TNI, dan...
Kementerian, TNI, dan Polri Kolaborasi Perkuat Moderasi Beragama
Rakernas BMBPSDM 2026,...
Rakernas BMBPSDM 2026, Menag Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Teknologi
Riset Kemenag: Toleransi...
Riset Kemenag: Toleransi Beragama Gen Z Ungguli Milenial dan Baby Boomers
Sambut Nataru, Penyuluh...
Sambut Nataru, Penyuluh Agama Bersih-bersih Rumah Ibadah Lintas Iman se-Indonesia
Kukuhkan Rumah Moderasi...
Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama, Staf Khusus Menag: Terus Jaga Kerukunan
Muktamar Krapyak, Ulama...
Muktamar Krapyak, Ulama Muda Rumuskan Teologi Kerukunan Kosmik
10 Kota Kuno yang Hilang...
10 Kota Kuno yang Hilang dan Belum Ditemukan, dari Atlantis hingga El Dorado
Rekomendasi
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Teknologi Modern yang...
Teknologi Modern yang Berasal dari Peradaban Kuno Mesopotamia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved