Kekerasan pada Remaja, Sebuah Sinyal Emergency untuk Kita
Senin, 18 Juli 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan oleh CDC bahwa kemiskinan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak terlibat dengan kekerasan. Yang dimaksud sesungguhnya bukan hanya kondisi miskin saja, karena kita juga percaya bahwa di lingkungan yang miskin tidak semua anak atau remajanya melakukan kekerasan.
Adalah tugas kita semua untuk tidak membawa anak-anak lebih jauh terlibat pada kekerasan, sehingga mereka menormalisasinya sebagai bagian dari gaya hidup. Anak-anak yang melakukan kekerasan sesungguhnya sedang mengirimkan sinyal emergency yang kuat pada kita para orang dewasa di sekelilingnya, bahwa ada kebutuhan anak yang belum kita penuhi.
Kita sebagai orang dewasa yang telah lulus dari masa anak dan remaja, seharusnya bisa menjadi contoh bagi anak agar dapat melalui masa perubahan itu dengan lebih baik. Tidak perlu menjadi orang tua dulu, agar bisa menjadi role model buat anak. Siapa pun kita; kakak, tetangga, guru, penyelenggara negara, selebriti, pengusaha, semua orang yang memiliki potensi memengaruhi anak harus menjadi model yang baik untuk dicontoh.
Jika kita sudah bisa memastikan semua hal tersebut telah kita lakukan dan masih ada kekerasanyang dilakukan oleh anak, maka kita baru boleh bertanya, apa yang salah dengan anak-anak kita.
Adalah tugas kita semua untuk tidak membawa anak-anak lebih jauh terlibat pada kekerasan, sehingga mereka menormalisasinya sebagai bagian dari gaya hidup. Anak-anak yang melakukan kekerasan sesungguhnya sedang mengirimkan sinyal emergency yang kuat pada kita para orang dewasa di sekelilingnya, bahwa ada kebutuhan anak yang belum kita penuhi.
Kita sebagai orang dewasa yang telah lulus dari masa anak dan remaja, seharusnya bisa menjadi contoh bagi anak agar dapat melalui masa perubahan itu dengan lebih baik. Tidak perlu menjadi orang tua dulu, agar bisa menjadi role model buat anak. Siapa pun kita; kakak, tetangga, guru, penyelenggara negara, selebriti, pengusaha, semua orang yang memiliki potensi memengaruhi anak harus menjadi model yang baik untuk dicontoh.
Jika kita sudah bisa memastikan semua hal tersebut telah kita lakukan dan masih ada kekerasanyang dilakukan oleh anak, maka kita baru boleh bertanya, apa yang salah dengan anak-anak kita.
(zik)
Lihat Juga :