Tiga Tempat Ini Berpotensi Menjadi Titik Sebaran Baru COVID-19
Jum'at, 26 Juni 2020 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, tempat yang berpotensi menjadi penularan baru adalah rumah makan. “Dengan kapasitas yang kemudian harus kita batasi, sering kali disiplin ini tidak bisa dipenuhi. Sehingga jarak satu dengan yang lain tidak bisa dijaga untuk lebih dari 1,5 meter. Ini adalah sesuatu yang harus kita perhatikan,” kata Yuri.
Ketiga adalah transportasi. Yuri mengatakan di moda transportasi masih menjadi tempat yang berpotensi tinggi penularan COVID-19. “Ketiga, yang memiliki juga potensi untuk terjadinya penularan adalah di sarana transportasi massal,” ucapnya.
“Pemerintah sudah mengantisipasi untuk moda transportasi commuter dengan membagi beban penumpang pada dua waktu yang beda, beberapa saat yang lalu sesuai surat edaran kita membagi jam mulai bekerja di dua gelombang, pukul 07.00-07.30 WIB dan 10.00-10.30 WIB. Ini dimaksudkan untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak,” jelas Yuri.
Yuri pun mengingatkan agar mentaati protokol kesehatan dengan baik. Dia menambahkan keluar rumah hanya untuk melaksanakan produktivitas untuk untuk kepentingan lain yang tidak perlu. (Baca: Positif Covid-19 Menjadi 50.187, Jawa Timur Sumbang Kasus Baru Terbanyak)
“Mari kita kembali aktif untuk hal yang produktif namun mutlak syaratnya harus aman, harus mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Ini harus kita maknai bersama bahwa aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda yang tidak perlu dilakukan masih kita paksakan untuk kita lakukan,” tegas Yuri.
Ketiga adalah transportasi. Yuri mengatakan di moda transportasi masih menjadi tempat yang berpotensi tinggi penularan COVID-19. “Ketiga, yang memiliki juga potensi untuk terjadinya penularan adalah di sarana transportasi massal,” ucapnya.
“Pemerintah sudah mengantisipasi untuk moda transportasi commuter dengan membagi beban penumpang pada dua waktu yang beda, beberapa saat yang lalu sesuai surat edaran kita membagi jam mulai bekerja di dua gelombang, pukul 07.00-07.30 WIB dan 10.00-10.30 WIB. Ini dimaksudkan untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak,” jelas Yuri.
Yuri pun mengingatkan agar mentaati protokol kesehatan dengan baik. Dia menambahkan keluar rumah hanya untuk melaksanakan produktivitas untuk untuk kepentingan lain yang tidak perlu. (Baca: Positif Covid-19 Menjadi 50.187, Jawa Timur Sumbang Kasus Baru Terbanyak)
“Mari kita kembali aktif untuk hal yang produktif namun mutlak syaratnya harus aman, harus mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Ini harus kita maknai bersama bahwa aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda yang tidak perlu dilakukan masih kita paksakan untuk kita lakukan,” tegas Yuri.
(kri)
Lihat Juga :