Tiga Tempat Ini Berpotensi Menjadi Titik Sebaran Baru COVID-19

Jum'at, 26 Juni 2020 - 18:05 WIB
loading...
Tiga Tempat Ini Berpotensi...
Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto mengatakan di era adaptasi kebiasaan baru ini ada beberapa titik yang berpotensi untuk bisa menjadi tempat sebaran baru COVID-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto mengatakan di era adaptasi kebiasaan baru ini ada beberapa titik yang berpotensi untuk bisa menjadi tempat sebaran baru COVID-19. Hal ini berdasarkan riset dan sebuah kajian para ahli.

“Kembali kami ingatkan bahwa menjaga jarak ini menjadi kunci di samping menggunakan masker. Ada beberapa hal yang beberapa ahli sudah mulai melakukan sebuah riset, sebuah kajian, bahwa di era adaptasi kebiasaan baru, ada beberapa titik yang berpotensi bisa menjadi tempat sebaran baru. Yang pertama adalah ruang kantor,” ujar Yuri di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Update Corona: Kasus Positif Bertambah 1.240 Menjadi 51.427 Orang)

Yuri mengatakan kegiatan di perkantoran harus mencermati jumlah orang serta menjaga jarak 1,5 meter. Termasuk memastikan tidak terjadi kontak fisik yang lama antar pegawai karena berpotensi penularan COVID-19.

“Beberapa hal yang harus kita cermati, yang pertama, tentang pengisian ruang dengan jumlah orang untuk meyakinkan bahwa setiap pekerja di kantor itu bisa menjaga jarak setidaknya 1,5 meter satu dengan yang lain. Kemudian yang kedua, dipastikan kontak yang lama ini akan berpeluang untuk terjadinya penularan. Karena itu, menjaga jarak dan tetap menggunakan masker sepanjang di ruang pekerjaan menjadi sesuatu yang mutlak kita lakukan,” jelas Yuri.

“Kemudian mengatur sirkulasi udara, diupayakan menggunakan pendingin udara diawali sebisanya tidak sepanjang waktu, mungkin dimulai pada jam tertentu dan diupayakan juga setiap hari udara diganti dengan udara segar yang berasal dari luar, tentu ini dipengaruhi desain kantor. Upaya itu bisa kita lakukan termasuk ruangan di rumah,” papar Yuri.

Kedua, tempat yang berpotensi menjadi penularan baru adalah rumah makan. “Dengan kapasitas yang kemudian harus kita batasi, sering kali disiplin ini tidak bisa dipenuhi. Sehingga jarak satu dengan yang lain tidak bisa dijaga untuk lebih dari 1,5 meter. Ini adalah sesuatu yang harus kita perhatikan,” kata Yuri.

Ketiga adalah transportasi. Yuri mengatakan di moda transportasi masih menjadi tempat yang berpotensi tinggi penularan COVID-19. “Ketiga, yang memiliki juga potensi untuk terjadinya penularan adalah di sarana transportasi massal,” ucapnya.

“Pemerintah sudah mengantisipasi untuk moda transportasi commuter dengan membagi beban penumpang pada dua waktu yang beda, beberapa saat yang lalu sesuai surat edaran kita membagi jam mulai bekerja di dua gelombang, pukul 07.00-07.30 WIB dan 10.00-10.30 WIB. Ini dimaksudkan untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak,” jelas Yuri.

Yuri pun mengingatkan agar mentaati protokol kesehatan dengan baik. Dia menambahkan keluar rumah hanya untuk melaksanakan produktivitas untuk untuk kepentingan lain yang tidak perlu. (Baca: Positif Covid-19 Menjadi 50.187, Jawa Timur Sumbang Kasus Baru Terbanyak)

“Mari kita kembali aktif untuk hal yang produktif namun mutlak syaratnya harus aman, harus mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Ini harus kita maknai bersama bahwa aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda yang tidak perlu dilakukan masih kita paksakan untuk kita lakukan,” tegas Yuri.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
5 Fakta Flu Burung yang...
5 Fakta Flu Burung yang Berisiko Menjadi Pandemi Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved