Tekan Angka Penularan COVID-19, Dokter Reisa: Peran Aktif Masyarakat Sangat Diperlukan
Jum'at, 26 Juni 2020 - 16:50 WIB
loading...
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro menegaskan pandemi COVID-19 hingga saat ini masih terjadi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro menegaskan pandemi COVID-19 hingga saat ini masih terjadi. Jadi meskipun sudah lakukan aktivitas di luar rumah kembali, diharapkan jangan sampai melupakan atau meremehkan protokol kesehatan.
Reisa pun mengatakan bahwa pandemi COVID-19 ini dialami sebanyak 215 negara di dunia dan berdampak di beberapa sektor terutama ekonomi. “Kita semua sedang menghadapi sebuah krisis kesehatan yang kemudian berdampak ke ekonomi. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh negara kita juga, tapi dialami oleh 215 negara yang mengalami hal yang sama,” ujarnya di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Update Corona: Kasus Positif Bertambah 1.240 Menjadi 51.427 Orang)
Reisa mengatakan seperti yang telah diutarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela kunjungannya ke Jawa Timur kemarin, peran aktif masyarakat sangat diperlukan saat ini. “Selain kerja sama dan sinergi yang baik antara manajemen wilayah, kekompakan sangat diperlukan,” katanya.
Dr Michael Ryan, WHO Executive Director untuk emergency, kata Reisa pada konferensi pers beberapa hari yang lalu menyatakan virus COVID-19 ini hanya bisa dikalahkan apabila masyarakat saling bahu-membahu, saling mengingatkan dan sama-sama menganggap bahwa pandemi ini adalah sesuatu yang serius.
Bahkan, para kepala daerah dari provinsi yang berhasil menekan angka penularan juga menyatakan bahwa masyarakat lah yang jadi pahlawan mereka. “Aceh, Gorontalo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kota Tegal, Kabupaten Sleman hanyalah sebagian dari seluruh provinsi dan kota-kota yang berhasil menekan pertumbuhan angka positif COVID-19,” jelas Reisa.
Reisa pun mengatakan bahwa pandemi COVID-19 ini dialami sebanyak 215 negara di dunia dan berdampak di beberapa sektor terutama ekonomi. “Kita semua sedang menghadapi sebuah krisis kesehatan yang kemudian berdampak ke ekonomi. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh negara kita juga, tapi dialami oleh 215 negara yang mengalami hal yang sama,” ujarnya di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Update Corona: Kasus Positif Bertambah 1.240 Menjadi 51.427 Orang)
Reisa mengatakan seperti yang telah diutarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela kunjungannya ke Jawa Timur kemarin, peran aktif masyarakat sangat diperlukan saat ini. “Selain kerja sama dan sinergi yang baik antara manajemen wilayah, kekompakan sangat diperlukan,” katanya.
Dr Michael Ryan, WHO Executive Director untuk emergency, kata Reisa pada konferensi pers beberapa hari yang lalu menyatakan virus COVID-19 ini hanya bisa dikalahkan apabila masyarakat saling bahu-membahu, saling mengingatkan dan sama-sama menganggap bahwa pandemi ini adalah sesuatu yang serius.
Bahkan, para kepala daerah dari provinsi yang berhasil menekan angka penularan juga menyatakan bahwa masyarakat lah yang jadi pahlawan mereka. “Aceh, Gorontalo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kota Tegal, Kabupaten Sleman hanyalah sebagian dari seluruh provinsi dan kota-kota yang berhasil menekan pertumbuhan angka positif COVID-19,” jelas Reisa.
Lihat Juga :