Mahfud MD Tegaskan Indonesia Tak Pernah Disorot PBB soal Pelanggaran HAM

Senin, 11 Juli 2022 - 19:39 WIB
loading...
A A A
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan, apa yang dituduhkan kepada pemerintah dan hampir dipercaya oleh orang Indonesia itu hanya kerjaan kelompok-kelompok tertentu, yang datang ke Jenewa dan Belanda, berbicara dengan orang lalu dibuat diviralkan bahwa ini adalah pembicaraan dengan PBB. "Dan PBB itu enggak, ndak ada agenda-genda tentang Indonesia," tegasnya.

Namun, Mahfud menegaskan, bukan berarti ia ingin mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada pelanggaran HAM. Dia mengakui bahwa ada banyak pelanggaran HAM di Indonesia. Tapi, perlu diingat bahwa pelanggaran HAM dulu itu adalah bersifat vertikal dari pemerintah terhadap rakyat, sekarang pelanggaran HAM itu dari rakyat terhadap rakyat lain dan ada banyak terjadi.

"Nah, itu kejahatan, kalau pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah dengan ukuran tertentu namanya pelanggaran HAM berat," papar Mahfud

Mahfud menjelaskan, pelanggaran HAM biasa itu yang dilakukan oleh rakyat terhadap rakyat, misalnya ada anggota TNI membunuh atau menabrak orang yang sedang berpacaran, lalu mayatnya dilempar ke sungai. Kata dia, itu bukan pelanggaran HAM berat melainkan pelanggaran HAM biasa.

"Seperti halnya orang membunuh istrinya, dokter meracuni suaminya, dan sedangkan banyak setiap hari. Nah itu bukan pelanggaran HAM yang menjadi urusan PBB. Itu sudah ditangani juga di sini dengan sebaik-baiknya, diupayakan. Jadi, antara yang di medsos dengan yang fakta yang ditulis itu berbeda saudara," tegas Mahfud.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Rekomendasi
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Berita Terkini
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Infografis
Malam Ini TGIPF Mulai...
Malam Ini TGIPF Mulai Rapat, Mahfud MD: Kalau BIsa Tak Sampai Sebulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved