Tantangan Pembukaan 4.000 Restoran Indonesia di Luar Negeri
Senin, 04 Juli 2022 - 18:17 WIB
loading...
Wahyu A Perdana (Foto: Ist)
A
A
A
Wahyu A Perdana
Staf KJRI New York, Alumni Hubungan Internasional Universitas Airlangga
PADA 22 Juli 2021 silam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan sosialisasi peluncuran program Indonesia Spice Up the World (ISUTW). Sosialisasi tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Temu Pengusaha Kuliner dan Distributor Makanan Indonesia di Kota New York, Amerika Serikat (AS) dengan menghadirkan diaspora Indonesia.
Hadir pula para pelaku kuliner di seluruh AS baik secara live di KJRI New York, maupun secara virtual melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Menparekraf sendiri bergabung secara virtual dari Jakarta. ISUTW adalah program yang digagas oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi dengan melibatkan lintas kementerian/lembaga (K/L) dengan target salah satunya adalah pengembangan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri pada 2024.
Acara disambut dengan suka cita dan penuh harapan oleh diaspora Indonesia khususnya mereka yang berniat membuat restoran di Indonesia. Berbagai pertanyaan dilontarkan para peserta dalam acara, pertanyaan seputar ada tidaknya dukungan dana pinjaman, hibah, atau modal dari pemerintah Indonesia kepada diaspora yang akan membuka restoran di Indonesia menjadi hal utama yang ditanyakan oleh para peserta. Kemenparekraf menyampaikan akan memberikan fasilitasi dan dukungan bagi diaspora Indonesia untuk terus mengembangkan usaha kulinernya di Amerika Serikat.
Hampir setahun berlalu semenjak acara tersebut, ternyata masih perlu usaha ekstra untuk mengukur capaian atas program ISUTW, khususnya berapa jumlah restoran yang berhasil didirikan di luar negeri sejak program ISUTW bergulir.
Tidak dapat dimungkiri bahwa membuka restoran tidaklah murah, diperlukan modal yang cukup besar, apalagi di negara maju seperti AS. Situs CloudKitchen.com dan BudgetBranders.com menyampaikan bahwa setidaknya diperlukan dana sebesar USD175.000–750.000 untuk membuka restoran di Negeri Paman Sam. Sejumlah faktor seperti pemilihan lokasi, perlengkapan masak, finishing untuk interior dan eksterior, dan upaya pemasaran juga ikut memengaruhi tinggi rendahnya modal yang diperlukan.
Staf KJRI New York, Alumni Hubungan Internasional Universitas Airlangga
PADA 22 Juli 2021 silam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan sosialisasi peluncuran program Indonesia Spice Up the World (ISUTW). Sosialisasi tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Temu Pengusaha Kuliner dan Distributor Makanan Indonesia di Kota New York, Amerika Serikat (AS) dengan menghadirkan diaspora Indonesia.
Hadir pula para pelaku kuliner di seluruh AS baik secara live di KJRI New York, maupun secara virtual melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Menparekraf sendiri bergabung secara virtual dari Jakarta. ISUTW adalah program yang digagas oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi dengan melibatkan lintas kementerian/lembaga (K/L) dengan target salah satunya adalah pengembangan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri pada 2024.
Acara disambut dengan suka cita dan penuh harapan oleh diaspora Indonesia khususnya mereka yang berniat membuat restoran di Indonesia. Berbagai pertanyaan dilontarkan para peserta dalam acara, pertanyaan seputar ada tidaknya dukungan dana pinjaman, hibah, atau modal dari pemerintah Indonesia kepada diaspora yang akan membuka restoran di Indonesia menjadi hal utama yang ditanyakan oleh para peserta. Kemenparekraf menyampaikan akan memberikan fasilitasi dan dukungan bagi diaspora Indonesia untuk terus mengembangkan usaha kulinernya di Amerika Serikat.
Hampir setahun berlalu semenjak acara tersebut, ternyata masih perlu usaha ekstra untuk mengukur capaian atas program ISUTW, khususnya berapa jumlah restoran yang berhasil didirikan di luar negeri sejak program ISUTW bergulir.
Tidak dapat dimungkiri bahwa membuka restoran tidaklah murah, diperlukan modal yang cukup besar, apalagi di negara maju seperti AS. Situs CloudKitchen.com dan BudgetBranders.com menyampaikan bahwa setidaknya diperlukan dana sebesar USD175.000–750.000 untuk membuka restoran di Negeri Paman Sam. Sejumlah faktor seperti pemilihan lokasi, perlengkapan masak, finishing untuk interior dan eksterior, dan upaya pemasaran juga ikut memengaruhi tinggi rendahnya modal yang diperlukan.
Lihat Juga :