Gempa Besar M6,3 Guncang Maluku Barat Daya, Begini Analisa BMKG
Selasa, 01 April 2025 - 18:17 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan analisis terkait gempa kekuatan M6,3 yang mengguncang Laut Banda, Maluku Barat Daya. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis terkait gempa kekuatan M6,3 yang mengguncang Laut Banda, Maluku Barat Daya, Hari Selasa 1 April 2025 pukul 17.15.54 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,82° LS ; 128,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 Km arah timurlaut Maluku Barat Daya pada kedalaman 157 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng (intraslab) di Laut Banda," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Selasa (1/4/2025).
Baca juga: Gempa M6,3 Guncang Maluku Barat Daya
Daryono mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).
Gempa bumi ini dirasakan di Tiakur dan Pulau Leti, Kota Kupang, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Baca juga: Lebih dari 2.000 Orang Tewas akibat Gempa Myanmar, 700 Muslim Meninggal di Masjid
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,82° LS ; 128,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 Km arah timurlaut Maluku Barat Daya pada kedalaman 157 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng (intraslab) di Laut Banda," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Selasa (1/4/2025).
Baca juga: Gempa M6,3 Guncang Maluku Barat Daya
Daryono mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).
Gempa bumi ini dirasakan di Tiakur dan Pulau Leti, Kota Kupang, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Baca juga: Lebih dari 2.000 Orang Tewas akibat Gempa Myanmar, 700 Muslim Meninggal di Masjid
Lihat Juga :