Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo

Selasa, 21 Juni 2022 - 12:57 WIB
loading...
A A A
Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo


baca juga: Keren, Taman Nasional Komodo Jadi Tempat Berkumpul Terbesar Ikan Pari Manta di Dunia

Setelah lelah menghabiskan momen di Pulau Komodo dan mendengarkan cerita dari para ranger, rombongan lalu melanjutkan penjelajahan ke spot lainnya di Taman Nasional Komodo. Namun karena keterbatasan waktu, rombongan hanya bisa mencumbu Pink Beach dan bersnorkeling ria di pantai Pulau Kanawa. Selebihnya mengeksplore Kota Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat.

Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo




Biarpun tanjung teluknya/Jauh tapele nusa ku/Tapi slalu terkenang/Di kalbuku…
. Merdu nyanyian terdengar syahdu dari salah satu kapal Pinisi yang bersandar di perairan Labuan Bajo. Lagu berjudul Flobamora dari NTT itu, seolah menutup perjalanan rombongan Media Gathering Bank Mandiri. Sebuah perjalanan indah yang terasa memanggil-manggil untuk “Kembali ke Labuan Hati”, ke Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.

Tentang Riwayat Saudara Kembar

Secara keseluruhan, total biawak komodo di Taman Nasional Komodo berjumlah 3.022 ekor. Populasi komodo saat ini terkonsentrasi di dua pulau, yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Sedangkan sebagian kecil menyebar di pulau sekitarnya, yakni tujuh ekor berada di Pulau Padar, 69 ekor di Gili Motang, dan 91 ekor di Nusa Kode. Pemerintah sebelumnya menutup Resort Loh Buaya di Pulau Rinca mulai 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021. Penutupan dilakukan untuk mempercepat proyek penataan sarana dan prasarana wisata alam di kawasan itu.

baca juga: KPK Tertibkan Aset Bermasalah di Kawasan Wisata Labuan Bajo

Dilansir dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Taman Nasional Komodo adalah salah satu taman nasional tertua di Indonesia. Berdiri pada 6 Maret 1980, Taman Nasional Komodo memiliki luas wilayah sebesar 173.000 Ha, meliputi wilayah terestrial maupun perairan. Taman Nasional Komodo didirikan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian hidup satwa biawak komodo bersama dengan alam sekitarnya.

Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo


Taman Nasional Komodo banyak meraih gelar internasional, di antaranya: Man and Biosphere Reserve (1977), World Heritage Site (1991), dan The New 7 Wonder of Nature (2011). Pemberian gelar tersebut diharapkan dapat meningkatkan branding position dan membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo.

Selain merupakan habitat dari biawak komodo, terdapat 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.

baca juga: Mandiri Sekuritas Bantu Korban Bencana di NTT

Hewan-hewan unik lainnya yang dapat ditemukan di Taman Nasional Komodo antara lain Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), Blue White-lipped Pit Viper (Trimeresurus albolabris), Pari Manta Raksasa (Manta birostris), dan Kuda Liar (Equus ferus). Di dalam kawasan ini juga terdapat ekosistem hutan mangrove, ekosistem padang lamun, ekosistem terumbu karang.

Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo


Untuk ekosistem terumbu karang sendiri, setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana. Setidaknya terdapat lebih dari 1.000 spesies ikan yang tinggal pada ekosistem tersebut. Keindahan terumbu karang ini menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi para peminat olahraga selam maupun aktivitas snorkeling. Terdapat lebih kurang 57 lokasi penyelaman dengan lokasi Batu Bolong sebagai primadona, sedangkan untuk lokasi snorkeling Pantai Merah atau Pink Beach menjadi pilihan utama.

Di dalam kawasan Taman Nasional Komodo terdapat masyarakat yang hidup di dalam tiga desa, yakni Desa Pasir Panjang (Kampung Rinca dan Kampung Kerora), Desa Komodo (Kampung Komodo), dan Desa Papagarang (Kampung Papagarang). Masyarakat yang tinggal di dalam kawasan sudah turut serta menjaga kelestarian hidup satwa komodo dan alam di sekitarnya sejak jaman nenek moyang.

baca juga: Sederet Fakta Komodo, Hewan Pulau Rinca yang Disulap Jadi Jurassic Park

Penduduk di Kampung Komodo percaya bahwa ketika mereka lahir ke dunia, mereka lahir kembar, satu bayi laki-laki dan satu komodo betina. Mereka mengganggap komodo adalah keluarga dan percaya memiliki hubungan darah dengannya. Maka dari itu, masyarakat Kampung Komodo tidak pernah melukai satwa komodo dan hidup bersama dengannya setiap hari.

Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo


"Semakin ke sini kesadaran masyarakat Kampung di Pulau Komodo semakin tinggi untuk turut menjaga dan melestarikan komodo-komodo yang ada di sini. Itulah makanya nyaris tak ada konflik masyarakat dengan komodo," ujar petugas Resort Pulau Komodo Tasrif, yang juga masyarakat di Pulau Komodo.

Selain memiliki nilai kepercayaan yang menarik, sebagian kecil masyarakat di Kampung Komodo memiliki kemampuan luar biasa. Mereka yang merupakan keturunan Suku Bajo dapat menyelam hingga kedalaman 25 meter selama 15 menit dengan satu kali tarikan napas dan tanpa alat bantu selam apapun. Maka dari itu, tidak hanya flora dan fauna Taman Nasional Komodo yang mengagumkan, tetapi juga kehidupan dan kearifan lokal masyarakatnya juga sangat memukau.

Kepedulian Bank Mandiri
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Musibah Wisata...
Soroti Musibah Wisata 2025, Evita: Reformasi Total Keselamatan dan Keamanan Pariwisata Nasional
KPK Laporkan Temuan...
KPK Laporkan Temuan Tambang Ilegal di Labuan Bajo ke Kementerian
Presiden Jokowi Menari...
Presiden Jokowi Menari Ja'i Bareng Warga NTT
Kapolri Ajak Delegasi...
Kapolri Ajak Delegasi AMMTC Tanam Pohon di Taman Nasional Komodo, Sabet Rekor MURI
Kapolri: AMMTC Hasilkan...
Kapolri: AMMTC Hasilkan Deklarasi Labuan Bajo Kerja Sama Berantas Kejahatan Lintas Negara
Kapolri di Sidang AMMTC:...
Kapolri di Sidang AMMTC: Keamanan dan Stabilitas Prioritas Utama Wujudkan Kemakmuran ASEAN
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Meruorah Jadi Gerbang...
Meruorah Jadi Gerbang Menjelajahi Pesona Komodo dan Flores
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Rekomendasi
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved