Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo
Selasa, 21 Juni 2022 - 12:57 WIB
loading...
A
A
A
Selama empat hari di Labuan Bajo, rombongan Media Gathering Bank Mandiri tak hanya berwisata. Di sela perjalanan, pihak Bank Mandiri sempat membagikan 2.000 pasang sepatu kepada siswa sekolah di Pulau Rinca. Bank Mandiri bersama puluhan jurnalis dari Jakarta juga menyambangi Rumah Tenun dan Sentra Desalinasi (proses membuat tawar air laut), di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Labuan Bajo.
![Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo]()
baca juga: Bank Mandiri Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Aplikasi Mandiri Pintar
Khusus fasilitas air bersih ini dibangun Bank Mandiri berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi PT Indra Karya (Persero). Sentra Desalinasi ini akan menjadi salah satu proyek infrastruktur utama di kawasan wisata superprioritas tersebut. “Secara teknis, sebenarnya instalasinya sudah beroperasional dan airnya sudah bisa dikonsumsi. Tapi untuk operasional secara resminya, itu kita masih harus menunggu serah terima ke pihak Pemda (Pemkab Manggarai Barat). Karena sarana ini memang disediakan Bank Mandiri untuk masyarakat melalui Pemda setempat,” kata Kepala Kantor Cabang Bank Mandiri Labuan Bajo, I Made Runarta.
![Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo]()
Made menuturkan, selain Labuan Bajo, tiga proyek serupa juga dibangun di tempat lainnya di Manggarai Barat, dengan nilai investasi sekitar Rp2,1 miliar. Tiga tempat itu adalah, Macang Tanggar, Warloka, dan Warloka Pesisir. Keempat fasilitas Sentra Desalinasi ini ditargetkan selesai dan diresmikan dalam dua bulan mendatang. Diketahui, saat ini ketersediaan air bersih yang layak konsumsi merupakan salah satu persoalan mendesak yang harus diselesaikan oleh pemerintah Labuan Bajo, Manggarai Barat, umumnya Provinsi NTT.
“Fasilitas Sentra Desalinasi di Labuan Bajo paling besar dan sudah rampung, tinggal diresmikan saja. Sementara yang di tiga titik lainnya sudah 60% rampung. Nantinya, fasilitas ini akan dioperasikan dengan cara cashless menggunakan e-money (pembayaran digital) dari Bank Mandiri,” kata Made.
![Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo]()
Adapun untuk harga belum ditentukan, karena masih memantau kondisi pasar daerah sekitar dan itupun Pemda setempat yang menentukan. Adapun volume air yang bisa diperoleh dalam satu kali tapping sebanyak 10 liter. "10 liter atau setara satu galon. Harga masih diperhitungkan karena kita melihat pasar di sini seperti apa. Jangan sampai fasilitas yang diberikan lebih mahal sehingga memberatkan masyarakat,” ujar Made.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Manggarai Barat, H Mangayung mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri dan PT Indra Berkarya atas dibangunnya Sentra Desalinasi di Kabupaten Manggarai Barat, terutama di Labuan Bajo. “Selama ini untuk mendapatkan air bersih masyarakat pedagang dan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo harus membeli. Itulah makanya, dengan adanya desalinasi dari Bank Mandiri ini sangat membantu sekali," kata dia.
![Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo]()
Seorang pedagang es batu di TPI Labuan Bajo, Hj Siti Nursal, 48, mengakui harga air bersih yang ia beli selama ini sangat mahal. “Satu galonnya Rp7.000. Mudah-mudahan harga air bersih yang dijual di Sentra Desalinasi nanti bisa jauh lebih murah,” ucapnya.
Untuk diketahui, di Labuan Bajo sendiri, Bank Mandiri telah melakukan sejumlah kegiatan sosial seperti pembangunan Dermaga Pulau Rinca dengan anggaran Rp730 juta, pembangunan ruang kelas dan rumah Guru SD Papagarang dengan nilai bantuan Rp4 Miliar, pengadaan peralatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sejumlah Rp280 Juta, pembangunan infrastruktur sanitasi penanggulangan Covid-19 sejumlah Rp380 juta.
![Kembali ke Labuan Hati, ke Taman Nasional Komodo Labuan Bajo]()
“Tangga di Pulau Padar itu juga dibangun Bank Mandiri. Tapi karena kawasan ini bagian dari Taman Nasional (Komodo), sehingga tidak dibolehkan memasang merek. Aturannya memang sudah begitu, dan kita harus ikuti,” kata Rudi As Aturridha, Corporate Secretary (Corsec) Bank Mandiri, dalam acara Ngobrol Santai Aplikasi Livin Bank Mandiri : Tambah Eksis, Fitur Lengkap, Transaksi Makin Cepat, di Labuan Bajo, Kamis (16/6).
Injak Gas Penyaluran KUR
Sementara itu, Bank Mandiri optimistis momentum pertumbuhan akan terus berlanjut. Dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri juga semakin aktif mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Corporate Secretary (Corsec) Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, sampai dengan akhir Mei 2022, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp16,85 triliun kepada lebih dari 156.000 debitur di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat sebesar 7,51% jika dibandingkan Mei 2021 secara year to date (ytd) yang sebesar Rp15,67 triliun.
Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam zona positif. Hal ini juga diperkuat dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 5,01% secara tahunan atau year on year (yoy).
“Peningkatan realisasi penyaluran KUR ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat sedang berada dalam momentum yang positif,” ujar Rudi, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/6).
Ia mengatakan, hal ini juga selaras dengan komitmen pemerintah yang kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan tambahan subsidi bunga 3% hingga Desember 2022. Kebijakan tersebut ia katakan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Adapun, di tahun ini Bank Mandiri mendapatkan plafon KUR sebesar Rp40 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan plafon tahun 2021 sebesar Rp35 triliun.
”Sesuai dengan aspirasi pemerintah untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hal ini juga menjadi komitmen Bank Mandiri dalam program pemulihan eko nomi nasional,” pungkasnya.

baca juga: Bank Mandiri Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Aplikasi Mandiri Pintar
Khusus fasilitas air bersih ini dibangun Bank Mandiri berkolaborasi dengan BUMN Konstruksi PT Indra Karya (Persero). Sentra Desalinasi ini akan menjadi salah satu proyek infrastruktur utama di kawasan wisata superprioritas tersebut. “Secara teknis, sebenarnya instalasinya sudah beroperasional dan airnya sudah bisa dikonsumsi. Tapi untuk operasional secara resminya, itu kita masih harus menunggu serah terima ke pihak Pemda (Pemkab Manggarai Barat). Karena sarana ini memang disediakan Bank Mandiri untuk masyarakat melalui Pemda setempat,” kata Kepala Kantor Cabang Bank Mandiri Labuan Bajo, I Made Runarta.

Made menuturkan, selain Labuan Bajo, tiga proyek serupa juga dibangun di tempat lainnya di Manggarai Barat, dengan nilai investasi sekitar Rp2,1 miliar. Tiga tempat itu adalah, Macang Tanggar, Warloka, dan Warloka Pesisir. Keempat fasilitas Sentra Desalinasi ini ditargetkan selesai dan diresmikan dalam dua bulan mendatang. Diketahui, saat ini ketersediaan air bersih yang layak konsumsi merupakan salah satu persoalan mendesak yang harus diselesaikan oleh pemerintah Labuan Bajo, Manggarai Barat, umumnya Provinsi NTT.
“Fasilitas Sentra Desalinasi di Labuan Bajo paling besar dan sudah rampung, tinggal diresmikan saja. Sementara yang di tiga titik lainnya sudah 60% rampung. Nantinya, fasilitas ini akan dioperasikan dengan cara cashless menggunakan e-money (pembayaran digital) dari Bank Mandiri,” kata Made.

Adapun untuk harga belum ditentukan, karena masih memantau kondisi pasar daerah sekitar dan itupun Pemda setempat yang menentukan. Adapun volume air yang bisa diperoleh dalam satu kali tapping sebanyak 10 liter. "10 liter atau setara satu galon. Harga masih diperhitungkan karena kita melihat pasar di sini seperti apa. Jangan sampai fasilitas yang diberikan lebih mahal sehingga memberatkan masyarakat,” ujar Made.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Manggarai Barat, H Mangayung mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri dan PT Indra Berkarya atas dibangunnya Sentra Desalinasi di Kabupaten Manggarai Barat, terutama di Labuan Bajo. “Selama ini untuk mendapatkan air bersih masyarakat pedagang dan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo harus membeli. Itulah makanya, dengan adanya desalinasi dari Bank Mandiri ini sangat membantu sekali," kata dia.

Seorang pedagang es batu di TPI Labuan Bajo, Hj Siti Nursal, 48, mengakui harga air bersih yang ia beli selama ini sangat mahal. “Satu galonnya Rp7.000. Mudah-mudahan harga air bersih yang dijual di Sentra Desalinasi nanti bisa jauh lebih murah,” ucapnya.
Untuk diketahui, di Labuan Bajo sendiri, Bank Mandiri telah melakukan sejumlah kegiatan sosial seperti pembangunan Dermaga Pulau Rinca dengan anggaran Rp730 juta, pembangunan ruang kelas dan rumah Guru SD Papagarang dengan nilai bantuan Rp4 Miliar, pengadaan peralatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sejumlah Rp280 Juta, pembangunan infrastruktur sanitasi penanggulangan Covid-19 sejumlah Rp380 juta.

“Tangga di Pulau Padar itu juga dibangun Bank Mandiri. Tapi karena kawasan ini bagian dari Taman Nasional (Komodo), sehingga tidak dibolehkan memasang merek. Aturannya memang sudah begitu, dan kita harus ikuti,” kata Rudi As Aturridha, Corporate Secretary (Corsec) Bank Mandiri, dalam acara Ngobrol Santai Aplikasi Livin Bank Mandiri : Tambah Eksis, Fitur Lengkap, Transaksi Makin Cepat, di Labuan Bajo, Kamis (16/6).
Injak Gas Penyaluran KUR
Sementara itu, Bank Mandiri optimistis momentum pertumbuhan akan terus berlanjut. Dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri juga semakin aktif mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Corporate Secretary (Corsec) Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, sampai dengan akhir Mei 2022, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp16,85 triliun kepada lebih dari 156.000 debitur di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat sebesar 7,51% jika dibandingkan Mei 2021 secara year to date (ytd) yang sebesar Rp15,67 triliun.

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam zona positif. Hal ini juga diperkuat dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 5,01% secara tahunan atau year on year (yoy).
“Peningkatan realisasi penyaluran KUR ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat sedang berada dalam momentum yang positif,” ujar Rudi, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/6).
Ia mengatakan, hal ini juga selaras dengan komitmen pemerintah yang kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan tambahan subsidi bunga 3% hingga Desember 2022. Kebijakan tersebut ia katakan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Adapun, di tahun ini Bank Mandiri mendapatkan plafon KUR sebesar Rp40 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan plafon tahun 2021 sebesar Rp35 triliun.
”Sesuai dengan aspirasi pemerintah untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hal ini juga menjadi komitmen Bank Mandiri dalam program pemulihan eko nomi nasional,” pungkasnya.
(hdr)
Lihat Juga :