Waspada Kejahatan Digital Finansial
Selasa, 21 Juni 2022 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Soceng sebagai salah satu modus penipuan makin marak belakangan ini. Terkadang pelaku menyamar menjadi pihak resmi jasa keuangan, atau e-commerce, lalu menjebak korban agar memberikan data pribadi, data akun, dan data finansial. Jika data yang diminta berhasil diperoleh, pelaku dengan mudah menguras isi rekening korban, hanya butuh waktu kurang dari lima menit.
Seiring peningkatan aktivitas daring di era digital, modus kejahatan juga meningkat dan berubah setiap tahunnya. Satu di antara modus penipuan tersebut berupa pengelabuan atau phishing. Phishing adalah bentuk penipuan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi data sensitif dari korbannya misalnya PIN, kata sandi, nama ibu kandung, dan informasi lainnya.
Penipu biasa membuat pesan yang tampak resmi dari bank atau organisasi lain yang akunnya kita miliki. Pesan ini mungkin menggunakan font, gambar, dan logo yang benar, dan bahkan mungkin tampak berasal dari pengirim yang benar.
Situasi pandemi Covid-19 serta banyak orang yang sudah menggunakan dompet seluler dan aplikasi perbankan digital membuat penipuan perbankan makin marak terjadi, khususnya terhadap pencurian moneter dan data.
Masyarakat jangan menghiraukan pesan yang menyaru sebagai pihak bank, padahal sejatinya komplotan jahat yang ingin menguras rekening. Bagi pengguna dompet dan bank digital harus mengetahui betul prinsip keamanan digital supaya tidak menjadi korban kejahatan seperti pengambilalihan rekening, baik melalui phishing maupun social engineering.
Seiring peningkatan aktivitas daring di era digital, modus kejahatan juga meningkat dan berubah setiap tahunnya. Satu di antara modus penipuan tersebut berupa pengelabuan atau phishing. Phishing adalah bentuk penipuan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi data sensitif dari korbannya misalnya PIN, kata sandi, nama ibu kandung, dan informasi lainnya.
Penipu biasa membuat pesan yang tampak resmi dari bank atau organisasi lain yang akunnya kita miliki. Pesan ini mungkin menggunakan font, gambar, dan logo yang benar, dan bahkan mungkin tampak berasal dari pengirim yang benar.
Situasi pandemi Covid-19 serta banyak orang yang sudah menggunakan dompet seluler dan aplikasi perbankan digital membuat penipuan perbankan makin marak terjadi, khususnya terhadap pencurian moneter dan data.
Masyarakat jangan menghiraukan pesan yang menyaru sebagai pihak bank, padahal sejatinya komplotan jahat yang ingin menguras rekening. Bagi pengguna dompet dan bank digital harus mengetahui betul prinsip keamanan digital supaya tidak menjadi korban kejahatan seperti pengambilalihan rekening, baik melalui phishing maupun social engineering.
Lihat Juga :