Tambah Ranpur, Menhan Prabowo Terima Pesawat dan Heli Tempur

Rabu, 15 Juni 2022 - 15:32 WIB
loading...
Tambah Ranpur, Menhan...
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Foto/Arif Budianto
A A A
JAKARTA - TNI kembali menerima tiga kendaraan tempur (ranpur) berupa pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan dua Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission.

Baca juga: KSAL Ajukan Modernisasi Ranpur Amfibi dan KRI ke Kemhan

Tiga pesawat tersebut seluruhnya akan digunakan TNI Angkatan Laut (AL), yang dipesan melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Baca juga: Bukan Kaleng-kaleng, Ranpur Anoa-2 6x6 Tak Remuk Usai Diledakkan dengan TNT 8 Kg

Serah terima dilakukan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI AL di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung.

Serah terima ini disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, serta Dewan Komisaris dan Direksi PTDI.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur Utama PTDI atas suasana baru PTDI yang lebih mencerminkan industri teknologi tinggi.

Prabowo menyampaikan tekad untuk terus bekerja keras memperkuat industri pertahanan, karena industri pertahanan sesuatu yang vital bagi keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa.

"Kita tidak punya niat bermusuhan dengan bangsa manapun, tapi niat bangsa lain belum tentu menghormati kita. Pelajaran sejarah manusia ribuan tahun mengatakan, yang kuat akan berbuat seenaknya the strong will do what they can," kata Prabowo, Rabu (15/6/2022).

"Yang lemah akan menderita the weak suffer what they must, ini sejarah 2.500 tahun, karena itu saya mohon kita semua sebagai anak bangsa Indonesia, marilah kita paham dan mengerti. Dan mari sama-sama menjaga aset-aset bangsa, kita sama-sama menjaga investasi rakyat, marilah kita meraih teknologi," tambahnya.

Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan dua unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission kemudian akan dioperasikan oleh Skuadron 800 Puspenerbal untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan menunjang kebutuhan operasi Puspenerbal.

"Hari ini kita menyaksikan suatu penyerahan, hasil kerja PTDI untuk memperkuat TNI. Kalau kita mau selamat, TNI harus kuat, bangsa ini harus kuat, kekayaan kita luar biasam," ucap Prabowo.

"Negara kita populasi negara keempat terbesar, dari wilayah teritorial kita juga salah satu terbesar, wilayah kita sama dengan seluruh Eropa, Eropa 27 negara kita 1 negara. Mereka punya 27 Angkatan Udara untuk melindungi mereka, mereka punya 20an Angkatan Laut untuk melindungi mereka, kita hanya punya TNI, untuk itulah TNI harus kuat," sambungnya.

Menurut Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan, Heli AKS ini sudah menjalani serangkaian kegiatan uji, meliputi Flight Performance Test, Flying Qualities, Affected System Test, Torpedo Initial Test dan Sonar Initial Test.

Uji dilakukan, guna memastikan seluruh sistem yang terpasang tidak mengubah karakteristik terbang helikopter secara signifikan.

"Juga memastikan, seluruh operasi dapat dilakukan dengan aman, dimana jumlah terbang yang telah digunakan dalam serangkaian uji tersebut adalah 110 Flight Hour," jelas Gita.

Helikopter AS565 MBe Panther ini disiapkan untuk melengkapi Alutsista Puspenerbal sebagai Helikopter AKS di bawah komando Skuadron 400 Wing Udara 1.

Dilengkapi dengan mesin ganda Turbomeca Arriel 2C Turboshaft, Helikopter AKS ini mampu terbang dengan kecepatan maksimum 306 km/jam atau 165 Knot, dengan capaian ketinggian maksimum hingga 5.865 meter atau 19.242 kaki.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
KRI Canopus-936, Kapal...
KRI Canopus-936, Kapal Survei Canggih TNI AL yang Bisa Deteksi Ranjau Laut dan Jalur Kapal Selam
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved