Dampak Komersialisasi Rapid Test, Pengamat: Makin Memiskinkan Rakyat

Rabu, 24 Juni 2020 - 06:35 WIB
loading...
Dampak Komersialisasi...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Saat pandemi Covid -19 terjadi, ada dua "barang" yang terkenal di dalam hati masyarakat, yaitu rapid test dan bansos (bantuan sosial). Kedua barang ini terkenal karena keduanya sangat dibutuhkan masyarakat dan seperti ada penyimpang karena komersialisasi.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menanggapi keluhan masyarakat terkait biaya rapid test yang mahal. Menurut dia, komersialisasi rapid test dimulai ketika masyarakat ingin memeriksa kesehatan mandiri dan ingin naik pesawat di bandara. (Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Tiket Jakarta-Lombok Lebih Murah Ketimbang Rapid Test)

"Kemudian, salah satu kasus yang jadi perhatian publik adalah Kiai Cholil Nafis, orang tua santri yang harus mengeluarkan biaya Rp400.000 untuk melakukan rapid test di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta," ungkap Uchok saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/6/2020).

Uchok menilai, memang biaya rapid test ini mahal sekali. Buat sebagian penumpang, sangat mencekik sekali. Padahal, seharusnya pemerintah bisa menggratiskan rapid test, karena bagian dari tindakan preventif untuk mencegah semakin meluasnya kasus atau penderita baru Covid-19.

Karena saat ini, menurut dia, masyarakat sedang kesulitan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Seharusnya, pemerintah hadir membantu masyarakat untuk menggratiskan rapid test kepada masyarakat di ruang ruang publik. “Namun yang terjadi saat ini, ketika rapid test harus ada biayanya, ini sama saja, pemerintah tidur dalam pelayanan kepada rakyatnya,” tandasnya.

Di sisi lain, perusahaan yang memiliki alat rapid test justru mengambil keuntungan secara tidak terpuji dari kesusahan rakyat di masa pandemi Covid-19 ini. "Berarti betul kata-kata bijak ini, rakyat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Rakyat sudah kena pendemi Covid-19, harus bayar biaya Covid-19. Kejam sekali yang melakukan komersialisasi tersebut," ujarnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keterbukaan Informasi...
Keterbukaan Informasi Dinilai Jadi Faktor Penting dalam Atasi Pandemi
Kemenkes Sebut Gelombang...
Kemenkes Sebut Gelombang Ketiga Corona Bisa Terjadi
Vaksinasi hingga Prokes...
Vaksinasi hingga Prokes Dinilai Jadi Cara Bangkit dari Pandemi
Pemilu 2024, Bawaslu...
Pemilu 2024, Bawaslu Perkirakan Pelanggaran Banyak Terjadi jika Masih Pandemi
Mendagri Apresiasi Sejumlah...
Mendagri Apresiasi Sejumlah Daerah Cukup Baik Tangani Pandemi
JSIT Indonesia Optimistis...
JSIT Indonesia Optimistis Hadapi Tantangan di Tengah Pandemi
Program Magang Berbayar...
Program Magang Berbayar Batch 2 Dibuka November, Jaring 80.000 Peserta
Tol Lima Puluh-Kisaran...
Tol Lima Puluh-Kisaran Berbayar Mulai 19 Juni 2024, Segini Tarifnya
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram di Eropa Harus Bayar Rp169.000 Per Bulan
Rekomendasi
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved