Pemerintah Diminta Tak Bebankan Biaya Rapid Test ke Santri

Selasa, 23 Juni 2020 - 14:34 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Tak...
Ketua Komisi Dakwah MUI yang juga Dosen Pasca Sarjana UI, KH Cholil Nafis sempat mengeluhkan anggaran ratusan triliun untuk penanganan virus Corona. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah MUI yang juga Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia, KH Cholil Nafis sempat 'mengeluhkan' anggaran ratusan triliun yang digunakan untuk penanganan virus Corona (Covid-19).

Karena anggaran yang juga berubah-ubah itu juga dipandang tak bisa membayar masyarakat yang ingin melakukan rapid test. Contohnya yang dialami para santri yang akan kembali ke Pesantren.

(Baca juga: Update Corona 22 Juni 2020: 46.845 Positif, 18.735 Sembuh, dan 2.500 Meninggal)

Kondisi itu pun menuai perhatian dari organisasi Jaringan Pengawas Pendidikan Indonesia (JPPI). Kordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji meminta pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi yang dialami para santri dan orang tua santri.

"Itulah pentingnya pemerintah harus punya peran lebih. Sebaiknya jangan dibebankan (biaya rapid test) ke santri," ujar Ubaid saat dihubungi SINDOnews, Selasa (23/6/2020). (Baca juga: Rapid Test Berbayar, Ombudsman Curiga Ada Upaya Cari Keuntungan Pribadi)

Ubaid menganggap, selama pandemi virus Corona berlangsung, beban hidup masyarakat semakin berat. Ini beban tersebut semakin bertambah karena para santri harus membayar biaya rapid test sebagai syarat mereka kembali ke pesantren. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama harus memberikan solusi yang bijaksana.

"Di sekolah-sekolah saja sudah banyak siswa yang tidak mampu bayar SPP. mahasiswa juga teriak-teriak UKT. Ini mau ditambah beban lain (bayat rapid test)," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
Perkiraan Biaya Sewa...
Perkiraan Biaya Sewa Jet Pribadi untuk Traveling ke AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved