Mewujudkan SDM Pancasila(is)

Jum'at, 03 Juni 2022 - 10:10 WIB
loading...
Mewujudkan SDM Pancasila(is)
Hendarman (Foto: Ist)
A A A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek

BEBERAPA hari lalu, 1 Juni 2022, kita merayakan kembali hari Lahir Pancasila dengan tema “Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia”. Melalui peringatan ini, segenap komponen bangsa dan masyarakat Indonesia berkomitmen untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai bagian dari pengarusutamaan Pancasila. Juga, sebagai panduan dalam seluruh bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Komitmen tersebut sedang diuji seiring terjadinya perubahan teknologi, sosial, dan lingkungan secara global. Perubahan ini bisa menguatkan atau sebaliknya melemahkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pertanyaannya, bagaimana pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul Indonesia berlandaskan nilai-nilai Pancasila?

Perubahan Secara Global
Terdapat tiga perubahan global. Pertama, perubahan teknologi, yakni disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor. Hal ini ditunjukkan oleh penerapan otomatisasi, AI (artificial intelligence), dan big data di semua sektor. Berikutnya, konektivitas 5G yang memungkinkan teknologi lainnya saling terhubung seperti kendaraan otonom, drones, serta pencetakan 3D, augmented dan virtual reality.

Kedua, perubahan sosiokultural, yakni perubahan demografi, profil sosio-ekonomi dari populasi dunia. Hal ini ditandai dengan (a) meningkatnya usia harapan hidup dan usia lama bekerja; (b) tumbuhnya migrasi, urbanisasi, keragaman budaya, dan kelas menengah; (c) meningkatnya tenaga kerja yang terus bergerak (mobile) dan fleksibel, dan (d) munculnya kepedulian konsumen terhadap etika, privasi, dan kesehatan.

Ketiga, perubahan lingkungan, ditandai dengan habisnya bahan bakar fosil, krisis air, perubahan iklim, dan naiknya permukaan. Beberapa indikator, meningkatnya kebutuhan energi dan air dan berkurangnya sumber daya alam; meningkatnya perhatian terhadap energi alternatif untuk melawan perubahan iklim; dan upaya berkelanjutan pada isu lingkungan seperti plastik dan limbah nuklir.

Momentum
Awal mula penetapan 1 Juni sebagai Hari Pancasila adalah saat Sukarno menyampaikan pidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945. Pidato Bung Karno akhirnya dirumuskan menjadi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Dasar negara yang diusulkan oleh Sukarno mencakup philosophische grondslag (dasar filsafat, fundamen, dan pikiran mendalam). Hal ini menjadi dasar dari sebuah negara Indonesia yakni kebangsaan/nasionalisme, kemanusiaan (internasionalisme), musyawarah, mufakat, perwakilan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang berkebudayaan.

Melalui forum sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Sukarno memperkenalkan 5 sila. “Sekarang, banyaknya prinsip kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya,” sebagaimana diucapkan Bung Karno.

Bagaimana memanfaatkan momentum hari lahir Pancasila sebagai gerakan besar untuk mewujudkan sumberdaya manusia (SDM) Pancasila(is)?

SDM Pancasil (is)
SDM Pancasila(is) merupakan suatu keniscayaan. Generasi muda dan milenial perlu memiliki kedekatan hati, jiwa dan batin dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Seperti apa SDM Pancasila(is) itu?

Apa yang sudah digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam bentuk profil pelajar Pancasila, tampaknya dapat dipertimbangkan untuk diadopsi atau diadaptasi. Profil ini berisikan enam dimensi.

Dimensi pertama, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Prinsipnya, harus memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Elemen kunci yakni iman dan takwa kepada Tuhan YME, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada manusia lain, akhlak kepada alam, dan akhlak kepada negara.

Dimensi kedua, berkebinekaan global, yaitu mampu mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Hal ini dilakukan dengan menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa

Dimensi ketiga, bergotong royong, yakni memiliki kemampuan gotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen kunci yaitu kolaborasi, kepedulian dan berbagi.

Dimensi keempat, mandiri, yakni memiliki tanggung jawab atas proses dan hasil belajar. Elemen kuncinya yaitu kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi dan regulasi diri.

Dimensi kelima, bernalar kritis, yakni mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen kunci, memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil keputusan.

Dimensi keenam, kreatif, yakni mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci, menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal dan menghasilkan gagasan yang orisinal

Gerakan Bersama

Pertama, perwujudan SDM Pancasila(is) menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai pemangku kepentingan. Masing-masing pihak diberikan peran khusus dengan dilandasi prinsip saling membantu dan bergotong royong.

Kedua, mengedepankan nilai-nilai keteladanan berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Tokoh panutan dari berbagai strata usia, menjadi pilihan strategi. Tokoh ini memberi pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ketiga, menetapkan proses pembinaan secara berkelanjutan di samping adanya sanksi bagi mereka yang tidak berkomitmen. Hal ini sebagai suatu instrumen pengukuran pencapaian indikator-indikator dimensi SDM Pancasila(is).

Baca berita selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
BNPP Gelar Upacara Hari...
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila...
Hari Lahir Pancasila 2026, Irfan Aghasar Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keadilan Sosial
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, Prabowo: Rakyat Hanya Jadi Penonton di Atas Kekayaan Bangsa Sendiri
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved