CBA Kritisi Anggaran Penanggulangan COVID-19 Berubah-ubah

Senin, 22 Juni 2020 - 09:59 WIB
loading...
CBA Kritisi Anggaran...
Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi kritisi anggaran penanganan virus corona (COVID-19) yang terus mengalami perubahan. FOTO/DOK.SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Anggaran penanganan virus corona (COVID-19) yang terus mengalami perubahan menuai kritik tajam masyarakat. Salah satunya dilontarkan Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi.

Uchok mengatakan, awalnya pemerintah mengalokasikan anggaran COVID-19 pada Mei 2020 sebesar Rp405,1 triliun, lalu tiba-tiba naik menjadi Rp695 triliun. "Peningkatan naik anggaran COVID ini disebabkan Menteri Keuangan tidak punya kapasitas menghitung alokasi anggaran tersebut," kata Uchok saat dihubungi SINDOnews, Senin (22/6/2020).

Di sisi lain, Uchok menilai, pemerintah, dalam hal ini kementerian atau lembaga terkiat, tidak punya prioritas, mana yang didahulukan tahun ini, dan mana yang dijalankan untuk 2021. Ia menyindir mumpung aparat pemerintah memiliki kekebalan hukum dalam pengelolaan dana COVID-19 dengan terbitnya Perppu Nomor 2/2020.(Baca juga: Anggaran Covid-19 Terus Berubah, Bukti Pemerintah Tak Cermat )

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah dianggap bernafsu COVID-19 harus selesai 2020 ini. Akibatnya berapa pun alokasi anggaran disediakan dari APBN, entah defisit maupun dicarikan dari sumber lain.

"Coba lihat dia selalu bicara APBN kita tahun 2020 sangat berat sekali, tapi anggaran COVID-19 ditambah terus seperti kereta api meluncur tanpa rem. Yang sebentar lagi mungkin akan memakan korban juga, karena ada penyimpangan dana COVID ini," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
APBN 2027 Bisa Jadi...
APBN 2027 Bisa Jadi Alat Perjuangan Bangsa
Puspoll Indonesia: Kehadiran...
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Rekomendasi
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Berita Terkini
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved