Pemerintah Akan Berupaya Produksi Alat Tes Covid hingga Tiga Kali Lipat
Senin, 22 Juni 2020 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Vaksin Covid-19 Tersedia Sebelum 2021
Di bagian lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ratusan juta vaksin korona (Covid-19) akan diproduksi pada akhir tahun ini. Vaksin tersebut akan diberikan kepada mereka yang rentan terhadap infeksi virus tersebut. (Baca juga: RUU Cipta Kerja Disebut Regulasi yang Dibutuhkan UMKM di Tengah Corona)
Virus corona telah menginfeksi hampir 9 juta orang di seluruh dunia. Sebanyak 467.000 orang lebih meninggal dipicu oleh virus corona. Banyak pihak meyakini pandemi virus corona hanya bisa diatasi dengan vaksin Covid-19.
WHO berasumsi pada akhir 2021 sekitar dua juta miliar vaksin akan diproduksi perusahaan farmasi. “Saat ini para peneliti telah meneliti lebih dari 200 kandidat vaksin di seluruh dunia. Sepuluh di antaranya sedang menjalani uji klinis pada manusia,” kata Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, dilansir Channel News Asia. Dia mengungkapkan, jika beruntung, maka ada satu atau dua kandidat vaksin yang sukses sebelum akhir tahun ini.
Swaminathan mengidentifikasi tiga kelompok yang akan mendapatkan vaksin gelombang pertama. Mereka adalah para pekerja di garda depan yang rawan terpapar seperti para medis dan petugas kepolisian. Kedua, para manula dan penderita penyakit diabetes. Selanjutnya adalah orang yang rawan tertular atau mereka yang tinggal di rumah kumuh.
“Setelah kelompok rentan telah mendapatkan vaksin, maka vaksinasi akan diberlakukan kepada lebih banyak orang,” kata Swaminathan. “Kita bekerja dengan asumsi bahwa ratusan juta dosis vaksin Covid-19 akan tersedia pada akhir tahun. Kita sangat optimistis,” paparnya.
Nantinya, kata dia, pada 2021 WHO akan memiliki dua miliar dosis vaksin corona di mana dua atau tiga vaksin yang efektif akan didistribusikan ke seluruh dunia. “Karena itu, kita akan memvaksin populasi yang menjadi prioritas,” papar Swaminathan. Dia mengungkapkan, para ilmuwan telah menganalisis 40.000 virus corona dan sebagian besar bermutasi. Satu di antara vaksinnya tidak berbahaya dibandingkan influenza.
Pakar penyakit menular asal Amerika Serikat (AS) yang menjadi penasihat Gedung Putih Anthony Fauci mengaku optimistis bahwa dunia akan segera memiliki vaksin yang akan mengakhiri pandemi virus corona. “Hasil sementara uji klinis menunjukkan hasil yang meyakinkan,” katanya.
Di bagian lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ratusan juta vaksin korona (Covid-19) akan diproduksi pada akhir tahun ini. Vaksin tersebut akan diberikan kepada mereka yang rentan terhadap infeksi virus tersebut. (Baca juga: RUU Cipta Kerja Disebut Regulasi yang Dibutuhkan UMKM di Tengah Corona)
Virus corona telah menginfeksi hampir 9 juta orang di seluruh dunia. Sebanyak 467.000 orang lebih meninggal dipicu oleh virus corona. Banyak pihak meyakini pandemi virus corona hanya bisa diatasi dengan vaksin Covid-19.
WHO berasumsi pada akhir 2021 sekitar dua juta miliar vaksin akan diproduksi perusahaan farmasi. “Saat ini para peneliti telah meneliti lebih dari 200 kandidat vaksin di seluruh dunia. Sepuluh di antaranya sedang menjalani uji klinis pada manusia,” kata Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, dilansir Channel News Asia. Dia mengungkapkan, jika beruntung, maka ada satu atau dua kandidat vaksin yang sukses sebelum akhir tahun ini.
Swaminathan mengidentifikasi tiga kelompok yang akan mendapatkan vaksin gelombang pertama. Mereka adalah para pekerja di garda depan yang rawan terpapar seperti para medis dan petugas kepolisian. Kedua, para manula dan penderita penyakit diabetes. Selanjutnya adalah orang yang rawan tertular atau mereka yang tinggal di rumah kumuh.
“Setelah kelompok rentan telah mendapatkan vaksin, maka vaksinasi akan diberlakukan kepada lebih banyak orang,” kata Swaminathan. “Kita bekerja dengan asumsi bahwa ratusan juta dosis vaksin Covid-19 akan tersedia pada akhir tahun. Kita sangat optimistis,” paparnya.
Nantinya, kata dia, pada 2021 WHO akan memiliki dua miliar dosis vaksin corona di mana dua atau tiga vaksin yang efektif akan didistribusikan ke seluruh dunia. “Karena itu, kita akan memvaksin populasi yang menjadi prioritas,” papar Swaminathan. Dia mengungkapkan, para ilmuwan telah menganalisis 40.000 virus corona dan sebagian besar bermutasi. Satu di antara vaksinnya tidak berbahaya dibandingkan influenza.
Pakar penyakit menular asal Amerika Serikat (AS) yang menjadi penasihat Gedung Putih Anthony Fauci mengaku optimistis bahwa dunia akan segera memiliki vaksin yang akan mengakhiri pandemi virus corona. “Hasil sementara uji klinis menunjukkan hasil yang meyakinkan,” katanya.
Lihat Juga :