Pemerintah Akan Berupaya Produksi Alat Tes Covid hingga Tiga Kali Lipat
Senin, 22 Juni 2020 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Banyak komunitas ilmuwan menggambarkan pengembangan vaksin corona sebagai “lompatan sukses” yang tidak pernah terjadi dalam pengembangan vaksin sebelumnya. Faktanya, banyak ilmuwan gagal mengembangkan vaksin HIV yang telah dicoba selama beberapa dekade meskipun Fauci menekankan HIV dan virus corona memang tidak bisa dibandingkan. (Baca juga: Arab Saudi Akan Buka 1.500 Masjid Makkah Meski Covid-19 Mengganas)
“Alasan kenapa saya lebih percaya diri dengan virus corona karena kita mengetahui mayoritas orang bisa sembuh dari Covid-19 karena sistem kekebalan tubuh mereka mampu membersihkan virus tersebut,” kata Fauci.
“Secara alami kalau kamu memiliki konsep yang sudah bisa dibuktikan (mengalahkan virus korona),” katanya. Sejak orang yang mampu pulih dan menghasilkan antibodi yang melawan virus corona, para ilmuwan percaya diri bahwa antibodi bisa dihasilkan oleh antivirus buatan manusia.
Fauci juga mengaku optimistis dengan perkembangan penelitian vaksin yang dilaksanakan Institute Nasional Kesehatan (NIH) dengan Moderna. “Hasil awal terhadap uji klinis manusia menunjukkan vaksin itu mampu menghasilkan antibodi,” katanya. Dia mengungkapkan, vaksin Moderna dan vaksin Universitas Oxford sepertinya menjadi dua vaksin yang potensial memberikan dampak terbaik.
Sementara itu, Fauci menegaskan kebijakan karantina wilayah secara luas (lockdown) tidak lagi diperlukan walau tingkat penularan virus di negara terbilang tinggi. “Saya pikir kita tidak akan lagi membahas tentang kembali ke lockdown,” ujarnya. Seruan itu setelah banyak negara bagian di AS memerintahkan warganya untuk tetap di rumah. (Lihat videonya: Geliat Cafe di Masa Pandemi Covid-19)
“Saya kira kami akan membahas mengenai upaya yang lebih baik dalam mengendalikan area-area di negara ini yang memiliki lonjakan kasus,” paparnya. Fauci menekankan bahwa harus ada pendekatan lokal, termasuk mengenai pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk membuka sekolah lagi.
“Di daerah-daerah yang jelas tidak kasus sama sekali, maka tak masalah dengan membuka sekolah,” ucapnya. Khusus untuk wilayah yang jumlah penularannya cukup banyak, pembukaan sekolah harus ditunda.
Jumlah kasus di AS selama dua hari berturut-turut menembus 23.000. Dari jumlah itu, Negara Bagian California mencatat 3.455 kasus dalam sehari pada Rabu (17/6/2020), sedangkan Texas melaporkan 3.129 kasus dan Florida 2.610 kasus. Berdasarkan himpunan data Universitas Johns Hopkins, kasus positif Covid-19 di AS secara keseluruhan hampir mencapai 2,2 juta. Jumlah korban meninggal mencapai 118.435 jiwa. (Arif Budianto/Andika H Mustaqim)
“Alasan kenapa saya lebih percaya diri dengan virus corona karena kita mengetahui mayoritas orang bisa sembuh dari Covid-19 karena sistem kekebalan tubuh mereka mampu membersihkan virus tersebut,” kata Fauci.
“Secara alami kalau kamu memiliki konsep yang sudah bisa dibuktikan (mengalahkan virus korona),” katanya. Sejak orang yang mampu pulih dan menghasilkan antibodi yang melawan virus corona, para ilmuwan percaya diri bahwa antibodi bisa dihasilkan oleh antivirus buatan manusia.
Fauci juga mengaku optimistis dengan perkembangan penelitian vaksin yang dilaksanakan Institute Nasional Kesehatan (NIH) dengan Moderna. “Hasil awal terhadap uji klinis manusia menunjukkan vaksin itu mampu menghasilkan antibodi,” katanya. Dia mengungkapkan, vaksin Moderna dan vaksin Universitas Oxford sepertinya menjadi dua vaksin yang potensial memberikan dampak terbaik.
Sementara itu, Fauci menegaskan kebijakan karantina wilayah secara luas (lockdown) tidak lagi diperlukan walau tingkat penularan virus di negara terbilang tinggi. “Saya pikir kita tidak akan lagi membahas tentang kembali ke lockdown,” ujarnya. Seruan itu setelah banyak negara bagian di AS memerintahkan warganya untuk tetap di rumah. (Lihat videonya: Geliat Cafe di Masa Pandemi Covid-19)
“Saya kira kami akan membahas mengenai upaya yang lebih baik dalam mengendalikan area-area di negara ini yang memiliki lonjakan kasus,” paparnya. Fauci menekankan bahwa harus ada pendekatan lokal, termasuk mengenai pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk membuka sekolah lagi.
“Di daerah-daerah yang jelas tidak kasus sama sekali, maka tak masalah dengan membuka sekolah,” ucapnya. Khusus untuk wilayah yang jumlah penularannya cukup banyak, pembukaan sekolah harus ditunda.
Jumlah kasus di AS selama dua hari berturut-turut menembus 23.000. Dari jumlah itu, Negara Bagian California mencatat 3.455 kasus dalam sehari pada Rabu (17/6/2020), sedangkan Texas melaporkan 3.129 kasus dan Florida 2.610 kasus. Berdasarkan himpunan data Universitas Johns Hopkins, kasus positif Covid-19 di AS secara keseluruhan hampir mencapai 2,2 juta. Jumlah korban meninggal mencapai 118.435 jiwa. (Arif Budianto/Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :