Heboh Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Perkuat Fasilitas Kesehatan

Jum'at, 06 Mei 2022 - 19:47 WIB
loading...
Heboh Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Perkuat Fasilitas Kesehatan
Hepatitis akut misterius membuat heboh dunia, termasuk Indonesia. Foto/Getty Images
A A A
JAKARTA - Hepatitis akut misterius membuat heboh dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran kasus hepatitis akut misterius itu, salah satunya adalah memperkuat fasilitas kesehatan (faskes).

"Penguatan faskes dengan adanya rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus hepatitis akut yang berat seperti Rumah Sakit Sulianti Saroso. Termasuk pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis pasti terkait penyebab hepatitis akut berat ini," ujar Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi seperti dikutip dari YouTube Kementerian Kesehatan, Jumat (6/5/2022).

Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ditunjuk sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen hepatitis akut. Kemenkes juga sudah mengirimkan surat kewaspadaan kepada Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota.

Baca juga: Hepatitis Akut Menular Lewat Saluran Cerna dan Pernapasan, Ini Cara Mencegahnya



Surat kewaspadaan tersebut adalah Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya. Hal tersebut sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian infeksi hepatitis akut pada anak.

Diharapkan, setiap kasus yang punya gejala serupa dengan hepatitis akut misterius segera dilaporkan. Sementara itu, Lead Scientist kasus hepatitis akut Hanifa Oswari mengimbau masyarakat waspada, namun jangan panik.

"Kalau sakit, terutama ada gejala saluran cerna, seperti mual, muntah, diare, sakit perut dengan demam ringan, hati-hati ini bisa mengarah ke alergi berat," ujar Hanifa.

Kemudian, segera meminta pertolongan medis untuk mengetahui apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut atau tidak. Sehingga, kasus itu bisa ditemukan sedini mungkin, dan anak-anak bisa ditangani dengan baik.

"Kemenkes dan jajaran serta para ahli sudah dikerahkan untuk bisa memecahkan masalah ini bersama-sama," pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1408 seconds (10.177#12.26)