Menkes dan Menko PMK Nilai Penanganan Covid-19 di Jabar Semakin Baik
Sabtu, 20 Juni 2020 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menuturkan, kasus Covid-19 di Jabar relatif terkendali dimana peningkatan kasus rata-rata 30 kasus per hari. Menurut dia, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai level provinsi hingga desa serta tes Covid-19 secara masif menjadi kunci penanganan Covid-19 di Jabar.
"Sudah enam pekan angka reproduksi Covid-19 kita di bawah 1. Kami di Jabar selalu ilmiah dalam mengambil keputusan. Kami libatkan epidemiologis dari perguruan tinggi, ada ahli ekonomi juga. Yang sembuh sudah mendekati angka kasus aktif. Di rumah sakit juga (pasien Covid-19) sudah sedikit. Dari 100% kapasitas ruang inap sekarang hanya 29% yang dipakai," paparnya.
Meski demikian, Gubenur yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui, Jabar memiliki tantangan besar dalam proses transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB). Oleh karenanya, dia menginstruksikan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar terus menggelar tes Covid-19, khususnya di pusat-pusat keramaian, agar masyarakat tak larut dalam euforia.
"Tantangannya, kita ini provinsi paling dekat dengan episentrum. Kami sudah buka kegiatan ekonomi, rumah ibadah dan lain-lain. Kami juga ngetes wisatawan di Puncak karena orang Jakarta sulit ditahan. Makanya kami periksa dipaksa swab, kalau ada anomali kami tutup, kalau enggak kami buka," katanya.
"Sudah enam pekan angka reproduksi Covid-19 kita di bawah 1. Kami di Jabar selalu ilmiah dalam mengambil keputusan. Kami libatkan epidemiologis dari perguruan tinggi, ada ahli ekonomi juga. Yang sembuh sudah mendekati angka kasus aktif. Di rumah sakit juga (pasien Covid-19) sudah sedikit. Dari 100% kapasitas ruang inap sekarang hanya 29% yang dipakai," paparnya.
Meski demikian, Gubenur yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui, Jabar memiliki tantangan besar dalam proses transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB). Oleh karenanya, dia menginstruksikan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar terus menggelar tes Covid-19, khususnya di pusat-pusat keramaian, agar masyarakat tak larut dalam euforia.
"Tantangannya, kita ini provinsi paling dekat dengan episentrum. Kami sudah buka kegiatan ekonomi, rumah ibadah dan lain-lain. Kami juga ngetes wisatawan di Puncak karena orang Jakarta sulit ditahan. Makanya kami periksa dipaksa swab, kalau ada anomali kami tutup, kalau enggak kami buka," katanya.
(cip)
Lihat Juga :