Menkes dan Menko PMK Nilai Penanganan Covid-19 di Jabar Semakin Baik

Sabtu, 20 Juni 2020 - 21:09 WIB
loading...
Menkes dan Menko PMK...
Menkes dan Menko PMK saat mengunjungi RSHS sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Provinsi Jabar. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menilai, penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar) semakin baik. Penilaian tersebut disampaikan Menkes dan Menko PMK saat keduanya mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Provinsi Jabar, Sabtu (20/6/2020).

Menurut Menkes, sinergitas antarlembaga membuat penanganan COVID-19 di Jabar berjalan baik. Begitupun dengan kinerja rumah sakit dan para tenaga medis yang membuat kasus Covid-19 di Jabar relatif bisa terkendali. "Kita melihat effort dari Pemprov Jabar begitu bagus dan hasilnya membuat Provinsi Jabar semkain membaik dalam penanganan Covid-19," ungkap Menkes.

Menkes juga menilai, rumah sakit di Jabar sangat baik dalam merawat pasien Covid-19. Hal itu ditandai dengan sedikitnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, sehingga rumah sakit tidak dipenuhi oleh pasien Covid-19. "Sehingga, masih banyak relaksasi waktu, tim dokter bisa konsentrasi untuk menangani pasien yang berat dengan baik," tuturnya. (Baca juga: Update Corona 20 Juni 2020: 45.029 Positif, 17.883 Sembuh, 2.429 Meninggal Dunia)

Dalam kesempatan itu, Menkes juga menyampaikan komitmennya untuk membantu memfasilitasi proses pendaftaran sejumlah alat medis Covid-19 yang diproduksi di Jabar kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), agar bisa diproduksi massal.

Seperti diketahui, Jabar berhasil membuat sejumlah alat medis untuk penanganan Covid-19, di antaranya ventilator buatan PT Dirgantara Indonesia, rapid test antigen karya ITB dan Unpad, serta laboratorium kontainer buatan PT Biofarma. (Baca juga: Virus Corona Menyebar dengan Cepat, WHO: Dunia Dalam Bahaya)

Senada, Menko PMK Muhajir Effendy menilai, penanganan Covid-19 di provinsi berpenduduk hampir 50 juta jiwa ini sudah sangat baik. Hal itu ditandai dengan level kewaspadaan daerah di Jabar yang relatif sudah baik. "Tadi ada penjelasan dari Gubernur tentang bagaimana langkah sistematis di Jabar untuk menangani Covid-19. Menurut saya, Jabar termasuk sangat bagus di dalam penanganan Covid-19 dengan jumlah penduduk terbesar. Sekarang kondisinya baik, sebagian (daerah) masih (zona) oranye, ada kuning, tapi sudah mulai menghijau kalau dilihat secara gugus parsial, ini bagus untuk Jabar," sambungnya.

Muhadjir mengapresiasi RSHS Bandung yang sudah mulai menerapkan pengobatan pasien positif Covid-19 dengan metode convalescent plasma dan berhasil membuat kondisi pasien membaik. "Hasil laporan dari ketua tim juga sudah bagus, hasilnya membaik untuk yang diobati," ujarnya seraya mengatakan, Menkes akan memberikan bantuan peralatan untuk memastikan metode pengobatan tersebut dapat direkomendasikan untuk seluruh Indonesia. (Baca juga: Dokter Reisa: Rapid Test untuk Menemukan OTG Covid-19)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved