Komnas PA Sayangkan Perka BPOM No 31/2018 Belum Ditandatangani Presiden Jokowi
Jum'at, 22 April 2022 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan itu, Arist Merdeka menegaskan perjuangan Komnas PA tidak terkait dengan persaingan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) seperti yang dituduhkan oleh pihak.
"Dalam rangka Hari Kartini, kita mau mengampanyekan agar ibu - ibu punya pengetahuan tentang bahaya BPA. Karena cukup berbahaya kalau tidak, kita lebih bagaimana menyelamatkan anak,” katanya, Jumat (22/4/2022).
Baca juga: Kandungan BPA di Air Galon Isi Ulang Pengaruhi Kesuburan? Cek Faktanya
Keyakinan Arist tentang bahaya BPA pada galon guna ulang polycarbonat semakin kuat setelah presentasi virtual oleh Wakil Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Umum Indonesia dr Hartati B Bangsa. Menurut Hartati, cemaran senyawa BPA tidak hanya berbahaya bagi bayi dan balita tetapi juga orang dewasa yang sudah memiliki sistem imun.
“Bayi paling rentan terkena dampak paparan BPA sebab sistem saraf dan endokrin belum berkembang dengan sempurna. Jadi, rentannya bayi kita karena mereka belum punya mekanisme pertahanan untuk mengawal. Karena sistem pertahanan kita dalam tubuh akan berkembang seiring siklus kehidupan berjalan," paparnya.
"Dalam rangka Hari Kartini, kita mau mengampanyekan agar ibu - ibu punya pengetahuan tentang bahaya BPA. Karena cukup berbahaya kalau tidak, kita lebih bagaimana menyelamatkan anak,” katanya, Jumat (22/4/2022).
Baca juga: Kandungan BPA di Air Galon Isi Ulang Pengaruhi Kesuburan? Cek Faktanya
Keyakinan Arist tentang bahaya BPA pada galon guna ulang polycarbonat semakin kuat setelah presentasi virtual oleh Wakil Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Umum Indonesia dr Hartati B Bangsa. Menurut Hartati, cemaran senyawa BPA tidak hanya berbahaya bagi bayi dan balita tetapi juga orang dewasa yang sudah memiliki sistem imun.
“Bayi paling rentan terkena dampak paparan BPA sebab sistem saraf dan endokrin belum berkembang dengan sempurna. Jadi, rentannya bayi kita karena mereka belum punya mekanisme pertahanan untuk mengawal. Karena sistem pertahanan kita dalam tubuh akan berkembang seiring siklus kehidupan berjalan," paparnya.
Lihat Juga :