Kandungan BPA di Air Galon Isi Ulang Pengaruhi Kesuburan? Cek Faktanya
Minggu, 06 Februari 2022 - 13:05 WIB
loading...
Menurut BPOM, kandungan BPA yang berada di atas ambang batas, yakni sebesar 0,6 mg/kg, berdampak pada kesehatan balita dan risiko gangguan kesuburan pada orang dewasa. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) kembali mengeluarkan pernyataan terkait kandungan Bisfenol-A atau BPA di dalam air galon isi ulang. Menurut BPOM, kandungan BPA yang berada di atas ambang batas yang ditetapkan, yakni sebesar 0,6 mg/kg, berdampak pada kesehatan balita dan risiko gangguan kesuburan (infertilitas) pada orang dewasa.
Pernyataan BPOM ini mengutip hasil studi Cohort di Korea Selatan (Journal of Korean Medical Science) 2021. Jurnal itu menyebutkan ada korelasi peningkatan infertilitas pada kelompok tinggi paparan BPA dengan odds ratio atau rasio paparan penyakit mencapai 4,25 kali.
Namun, hal ini berbeda dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya. Ia menegaskan bahwa air kemasan galon guna ulang aman untuk dikonsumsi, baik anak-anak maupun ibu hamil. Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang yang dihembuskan pihak-pihak tertentu adalah hoax. "(air kemasan galon guna ulang) Aman. Itu (isu bahaya air kemasan galon guna ulang) hoax," katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. Menurutnya, diperlukan penelitian antar center untuk benar-benar membuktikan bahwa air kemasan galon guna ulang bisa menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan pada sistem reproduksi pria dan wanita. Jika baru info awal dan belum berbasis bukti yang level of evidence-nya kuat, maka perlu berhati-hati dalam menyampaikan ke publik. "Itu masih butuh riset multi center saya kira agar menjadi bukti yang kuat," ucapnya.
Pernyataan BPOM ini mengutip hasil studi Cohort di Korea Selatan (Journal of Korean Medical Science) 2021. Jurnal itu menyebutkan ada korelasi peningkatan infertilitas pada kelompok tinggi paparan BPA dengan odds ratio atau rasio paparan penyakit mencapai 4,25 kali.
Namun, hal ini berbeda dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya. Ia menegaskan bahwa air kemasan galon guna ulang aman untuk dikonsumsi, baik anak-anak maupun ibu hamil. Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang yang dihembuskan pihak-pihak tertentu adalah hoax. "(air kemasan galon guna ulang) Aman. Itu (isu bahaya air kemasan galon guna ulang) hoax," katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. Menurutnya, diperlukan penelitian antar center untuk benar-benar membuktikan bahwa air kemasan galon guna ulang bisa menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan pada sistem reproduksi pria dan wanita. Jika baru info awal dan belum berbasis bukti yang level of evidence-nya kuat, maka perlu berhati-hati dalam menyampaikan ke publik. "Itu masih butuh riset multi center saya kira agar menjadi bukti yang kuat," ucapnya.
Lihat Juga :