IDI Tegaskan Pemecatan Dokter Terawan Didasari Pernyataan Sejumlah Saksi Ahli
Selasa, 19 April 2022 - 23:11 WIB
loading...
Ketua BHP2A IDI Beni Satria menyebut pemecatan mantan Menkes Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI didasari pernyataan sejumlah saksi ahli. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Beni Satria menyebut pemecatan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI telah didasari atas pernyataan saksi-saksi ahli.
Terutama dalam mengonfirmasi tindakan Brain Washing (BW) atau Brain Spa (BS), melalui metode diagnostik Digital Substraction Angiography (DSA) yang diklaim sebagai tindakan pengobatan.
Beberapa saksi yang dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk dimintai keterangan yaitu Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PP Perdossi), Moh. Hasan Machfoed, perwakilan komite penilaian teknologi kesehatan, Sudigdo Sastroasmoro, Teguh A.S. Ranakusuma, dan Irawan Yusuf.
Baca juga: IDI Tegaskan Pemecatan Terawan Tak Terkait Vaksin Nusantara
"Diminta konfirmasi praktik brain spa atau brain washing yang dilakukan 2012, menimbulkan kekawatiran dan pertanyaan dari teman sejawat. Sejawat melakukan pengaduan kepada MKEK, apa yang dilakukan oleh sejawat (Terawan) ini mempromosikan sesuatu tindakan yang merupakan tindakan diagnostik tapi diklaim sebagai tindakan terapi," kata Beni dalam diskusi yang digelar secara virtual, Selasa (19/4/2022).
Terutama dalam mengonfirmasi tindakan Brain Washing (BW) atau Brain Spa (BS), melalui metode diagnostik Digital Substraction Angiography (DSA) yang diklaim sebagai tindakan pengobatan.
Beberapa saksi yang dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk dimintai keterangan yaitu Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PP Perdossi), Moh. Hasan Machfoed, perwakilan komite penilaian teknologi kesehatan, Sudigdo Sastroasmoro, Teguh A.S. Ranakusuma, dan Irawan Yusuf.
Baca juga: IDI Tegaskan Pemecatan Terawan Tak Terkait Vaksin Nusantara
"Diminta konfirmasi praktik brain spa atau brain washing yang dilakukan 2012, menimbulkan kekawatiran dan pertanyaan dari teman sejawat. Sejawat melakukan pengaduan kepada MKEK, apa yang dilakukan oleh sejawat (Terawan) ini mempromosikan sesuatu tindakan yang merupakan tindakan diagnostik tapi diklaim sebagai tindakan terapi," kata Beni dalam diskusi yang digelar secara virtual, Selasa (19/4/2022).
Lihat Juga :