3 Mayjen TNI Bertugas di RSPAD Gatot Soebroto, Perwira Tinggi dengan Segudang Prestasi
Selasa, 12 November 2024 - 06:28 WIB
loading...
RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tiga Mayjen TNI yang bertugas di RSPAD Gatot Soebroto menarik untuk diulas. Sebab ketiganya merupakan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak dan karier sangat cemerlang.
Berdasarkan laman resmi RSPAD yakni rspadgs.mil.id dijelaskan bahwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto merupakan rumah sakit rujukan tertinggi bagi rumah sakit TNI di seluruh penjuru Nusantara. Rumah sakit ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada bulan Oktober 1936 dengan nama “Groot Militair Hospitaal Weltevreden”.
“Rumah Sakit ini dibangun untuk merawat serdadu Belanda yang sakit, khususnya yang cedera dalam pertempuran melawan pejuang kemerdekaan yakni, Perang Paderi, Perang Diponegoro dan sebagainya,” bunyi keterangan tertulis dikutip SINDOnews, Selasa (12/11/2024).
Baca juga: Deretan Jenderal Bintang 1 hingga 3 TNI di RSPAD Gatot Soebroto
Rumah Sakit ini banyak berjasa dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Di laboratorium rumah sakit ini Dokter C. Eykman menemukan Vitamin B, dan dari rumah sakit ini pula berdiri School voor Inlandsche Geneeskundigen (Sekolah Dokter Jawa) pada 1851 yang 9 tahun kemudian ditingkatkan menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi) dan dikenal dengan singkatan STOVIA.
Demikian pula pada zaman penjajahan Jepang selama 3,5 tahun, di bawah Tentara Darat Jepang nama Rumah Sakit ini dirubah menjadi “Rikugun Biyoin” dengan tugas pokok memberikan pelayanan kesehatan kepada Tentara Dai Nipon.
Berdasarkan laman resmi RSPAD yakni rspadgs.mil.id dijelaskan bahwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto merupakan rumah sakit rujukan tertinggi bagi rumah sakit TNI di seluruh penjuru Nusantara. Rumah sakit ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada bulan Oktober 1936 dengan nama “Groot Militair Hospitaal Weltevreden”.
“Rumah Sakit ini dibangun untuk merawat serdadu Belanda yang sakit, khususnya yang cedera dalam pertempuran melawan pejuang kemerdekaan yakni, Perang Paderi, Perang Diponegoro dan sebagainya,” bunyi keterangan tertulis dikutip SINDOnews, Selasa (12/11/2024).
Baca juga: Deretan Jenderal Bintang 1 hingga 3 TNI di RSPAD Gatot Soebroto
Rumah Sakit ini banyak berjasa dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Di laboratorium rumah sakit ini Dokter C. Eykman menemukan Vitamin B, dan dari rumah sakit ini pula berdiri School voor Inlandsche Geneeskundigen (Sekolah Dokter Jawa) pada 1851 yang 9 tahun kemudian ditingkatkan menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi) dan dikenal dengan singkatan STOVIA.
Demikian pula pada zaman penjajahan Jepang selama 3,5 tahun, di bawah Tentara Darat Jepang nama Rumah Sakit ini dirubah menjadi “Rikugun Biyoin” dengan tugas pokok memberikan pelayanan kesehatan kepada Tentara Dai Nipon.
Lihat Juga :