Bantah Dalangi Demo, YLBHI: Mahasiswa Bergerak dengan Kehendak Suci Mereka

Minggu, 10 April 2022 - 17:32 WIB
loading...
Bantah Dalangi Demo, YLBHI: Mahasiswa Bergerak dengan Kehendak Suci Mereka
Aksi mahasiswa Tolak 3 Periode di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Foto/MPI/Bachtiar Rodjab
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membantah menjadi dalang setiap ada aksi mahasiswa di Indonesia. Pernyataan itu lantaran akhir-akhir ini banyak informasi yang menyebutkan YLBHI sebagai pihak yang menggerakkan demonstrasi.

Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur mengatakan, kabar tersebut bagian dari penyesatan dan kebohongan publik. Menurutnya, meskipun YLBHI mendorong setiap warga negara untuk berpendapat dan berekspresi, bukan berarti organisasinya menjadi dalang aksi tersebut.

"Mahasiswa bergerak tentu dengan kajian mereka, kehendak suci mereka, tentu dengan konsolidasi di antara mereka, tanpa kemudian dikaitkan dengan YLBHI di belakangnya," ujar Isnur melalui konferensi pers virtual, Minggu (10/4/2022).

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) akan menggelar aksi demonstrasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin 11 April 2022. Ribuan mahasiswa diperkirakan turun dalam unjuk rasa ini.

Baca juga: Gelar Aksi di Patung Kuda, Aliansi Mahasiswa Indonesia Teriak Tolak Presiden 3 Periode

Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin mengatakan, demo 11 April mendatang akan lebih besar dari sebelumnya dengan melibatkan mahasiswa dari Jabodebatek dan seluruh Indonesia.”Akan lebih besar dari aksi-aksi sebelumnya,” kata Kaharuddin, Minggu (10/4/2022).

Menurut dia, Senin 11 April menjadi puncak gelombang pertama gerakan mahasiswa yang dimulai tanggal 28 Maret 2022 sebagai pemantiknya. Ada 6 tuntutan yang akan disuarakan besok oleh lautan mahasiswa di Jakarta.

Keenam tuntutan tersebut adalah:
1. Mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo bersikap tegas menolak dan memberikan pertanyaan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode, karena sangat jelas mengkhianati konstitusi.

2. Mahasiswa mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah, serta dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan.

3. Mahasiswa menyinggung soal bahan pokok dan kelangkaan minyak goreng. Presiden Jokowi untuk bisa menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1491 seconds (10.101#12.26)