Korona dan Tahun Ajaran Baru di Pesantren

Kamis, 18 Juni 2020 - 15:09 WIB
loading...
A A A
Bagi pesantren, kembali ke pondok dengan protokol ketat, diharapkan menjadi jalan paling aman, serta berjalannya secara normal kembali proses belajar-mengajar. Pendidikan dan kehidupan pesantren yang dilakukan selama 24 jam dapat menjadi penggemblengan kembali bagi santri untuk mengerti tentang makna belajar dan belajar kehidupan. Secara pendidikan, mengembalikan santri ke pondok adalah langkah kepedulian pesantren terhadap santri agar kembali fokus pada belajar, berinteraksi kembali yang sangat menyehatkan dengan rekan-rekannya, serta tidak kecanduan gadget.

Dalam keadaan yang belum stabil ini, pembelajaran online di sekolah non pesantren perlu memperhatikan beberapa aspek teknis yang bisa jadi justru menjadi kendala utama. Tidak semua siswa memiliki akses internet yang memadai dan fasilitas lain terkait pembelajaran online. Kebijakan belajar online ini kemungkinan sangat cocok untuk di kota besar, atau di wilayah yang tingkat kemakmuran masyarakat sudah cukup memadai. Bagaimana di wilayah yang masyarakatnya sangat kurang kehidupan perekonomiannya. Jangankan membeli pulsa, bahkan untuk makan saja mereka masih susah. Nasib siswa yang seperti ini beserta keluarga dan masa depannya harus dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya. Dalam masa panjang pembelajaran online, tanpa fasilitas yang mendukung secara teknis, apa yang mereka lakukan untuk mengisi hari-hari pembelajaran juga perlu diperhatikan mekanismenya.

Pada sekolah non pesantren yang secara teknis kurang memadai fasilitas pembelajarannya, memiliki tenaga pendidik yang penghasilannya bergantung kepada proses belajar-mengajar, tiadanya kegiatan pembelajaran bermakna tiadanya penghasilan untuk mereka. Pemerintah dan masyarakat luas perlu memperhatikan pendidik yang seperti ini. Yakni, memperhatikan guru, pahlawan tanpa tanda jasa.

Sebagai kalam akhir, semoga korona segera sirna dan kalaupun masih ada agar bersahabat dengan kita. Kita berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib siswa dan santri. Terutama para tenaga pendidik yang barangkali penghasilannya semakin terpuruk di era korona ini.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Berita Terkini
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved