Demokrat Minta Pemerintah Jangan Jadi Kings of Lips Service

Kamis, 07 April 2022 - 10:42 WIB
loading...
A A A
"Tidak bisa pemerintah melakukan pembiaran, penafsiran hukum dari penegak hukum yang tidak tepat harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Misalkan menteri ada dispute dengan aktivis demokrasi di bawa kepolisian bukan berdebat secara ilmiah. Demokrasi kita saat ini tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja," jelas Herzaky.

Dia juga meminta pemerintah jangan manis di depan saja di mana dahulu Presiden Jokowi pernah menyebutkan dirinya rindu dengan aksi demo. "Namun saat adik-adik mahasiswa hendak melakukan aksi demo di jalurnya dan sudah ada surat izin aksi beberapa waktu lalu malah mendapat blokade dari kepolisian. Aksi mahasiswa adalah bagian dari kontrol terhadap pemerintah. Tidak bisa jika Presiden berbicara di media dan media sosial saja tapi bagaimana kenyataan di lapangan," tegasnya.

Dirinya berharap agar garis kebijakan yang disampaikan Jokowi benar-benar ditaati oleh seluruh jajaran partai politik koalisi pemerintah, termasuk menteri dan pimpinan lembaga dan insitusi terkait dalam menyelematkan demokrasi di Indonesia. Baca juga: Jokowi Larang Bicara Penundaan Pemilu, Relawan: Tugas Menteri Itu Bantu Presiden

"Apa yang menjadi kebijakan Presiden RI Joko Widodo harus benar-benar terjadi di lapangan. Jangan seperti yang disampaikan BEM UI bahwa Jokowi adalah King of Lips Service. Jangan sampai isu tiga periode yang terus berkembang merusak demokrasi Indonesia," pungkas Herzaky.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
5 Mahasiswa Gugat Pasal...
5 Mahasiswa Gugat Pasal Karet UU ITE ke MK, Minta Perlindungan Kebebasan Berpendapat
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
Roy Suryo Ajukan Gugatan...
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan Ketiga terkait Penerapan UU ITE
Roy Suryo Dilaporkan...
Roy Suryo Dilaporkan ke Polres Jaksel Terkait Pencemaran Nama Baik
Rekomendasi
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Trisno Pas Band Kritis,...
Trisno Pas Band Kritis, Gagal Ginjal dan Alami Sumbatan di Otak
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved