Jokowi Larang Bicara Penundaan Pemilu, Relawan: Tugas Menteri Itu Bantu Presiden
Kamis, 07 April 2022 - 06:47 WIB
loading...
Ketua Umum DPP ABJ Michael Umbas mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta bawahannya berhenti menggaungkan penundaan Pemilu 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kabinet Indonesia Maju berhenti menggaungkan penundaan Pemilu 2024 , termasuk Presiden tiga periode. Terkait hal ini, Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengapresiasi pernyataan Jokowi tersebut.
Menurutnya, Jokowi sangat memahami keresahan masyarakat terkait melonjaknya harga kebutuhan pokok. Umbas menyatakan para menteri sepatutnya juga turut memiliki sikap empati atas kondisi sosial, apalagi pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Baca juga: Jokowi Larang Menteri Bicara Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
"Teguran Pak Jokowi terhadap menteri agar berhenti bicara penundaan Pemilu yang disampaikan dalam forum Ratas sekaligus menegaskan bahwa tugas menteri itu membantu Presiden untuk kebijakan pro rakyat bukan berpolitik dan berpolemik,” ujar Umbas kepada wartawan, Kamis (7/4/2022).
Umbas menilai wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Energi bangsa ini seakan-akan hanya habis menyangkut isu-isu politik yang tidak menguntungkan rakyat.
Menurutnya, Jokowi sangat memahami keresahan masyarakat terkait melonjaknya harga kebutuhan pokok. Umbas menyatakan para menteri sepatutnya juga turut memiliki sikap empati atas kondisi sosial, apalagi pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Baca juga: Jokowi Larang Menteri Bicara Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
"Teguran Pak Jokowi terhadap menteri agar berhenti bicara penundaan Pemilu yang disampaikan dalam forum Ratas sekaligus menegaskan bahwa tugas menteri itu membantu Presiden untuk kebijakan pro rakyat bukan berpolitik dan berpolemik,” ujar Umbas kepada wartawan, Kamis (7/4/2022).
Umbas menilai wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Energi bangsa ini seakan-akan hanya habis menyangkut isu-isu politik yang tidak menguntungkan rakyat.
Lihat Juga :