Pilkada Diprediksi Jadi Ajang Menawarkan Solusi Penanganan COVID-19
Kamis, 18 Juni 2020 - 09:08 WIB
loading...
Pemilihan kepala daerah (pilkada) di tengah pagebluk COVID-19 diprediksi akan mengubah gaya kampanye dan gagasan dari para calon. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemilihan kepala daerah ( pilkada ) di tengah pagebluk COVID-19 diprediksi akan mengubah gaya kampanye dan gagasan dari para calon. Mereka diprediksi akan menawarkan program penanganan COVID-19 dan menggerakan ekonomi di tengah krisis ini.
Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar mengatakan pilkada kali ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemimpin terbaik. Artinya, yang bisa membawa daerah keluar dari situasi krisis akibat pagebluk ini. (Baca juga: Mendagri Pastikan Anggaran Pilkada Utuh Tak Terganggu Corona)
Pilkada serentak di 270 daerah ini akan dihelat pada 9 Desember 2020. Tahapannya sudah dimulai lagi pada 15 Juni lalu setelah sempat terhenti karena merebaknya COVID-19 di Indonesia.
“Yang bisa mengendalikan dan mengelola persoalan kesehatan COVID-19. Di saat bersamaan, bisa menggerakan sosial-ekonomu masyarakat agar tetap produktif tapi aman,” ujarnya dalam webinar bersama Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Rabu (17/6/2020).
Bahtiar memerkirakan masyarakat akan disuguhi adu gagasan, program terobosan, dan solusi menghadapi pagebluk COVID-19. “Terlebih pandemi ini diperkirakan masih akan berlangsung tiga tahun ke depan. Maka, pemimpin terpilih pada 9 Desember nanti akan sangat menentukan masa depan daerah,” tuturnya.
Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar mengatakan pilkada kali ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemimpin terbaik. Artinya, yang bisa membawa daerah keluar dari situasi krisis akibat pagebluk ini. (Baca juga: Mendagri Pastikan Anggaran Pilkada Utuh Tak Terganggu Corona)
Pilkada serentak di 270 daerah ini akan dihelat pada 9 Desember 2020. Tahapannya sudah dimulai lagi pada 15 Juni lalu setelah sempat terhenti karena merebaknya COVID-19 di Indonesia.
“Yang bisa mengendalikan dan mengelola persoalan kesehatan COVID-19. Di saat bersamaan, bisa menggerakan sosial-ekonomu masyarakat agar tetap produktif tapi aman,” ujarnya dalam webinar bersama Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Rabu (17/6/2020).
Bahtiar memerkirakan masyarakat akan disuguhi adu gagasan, program terobosan, dan solusi menghadapi pagebluk COVID-19. “Terlebih pandemi ini diperkirakan masih akan berlangsung tiga tahun ke depan. Maka, pemimpin terpilih pada 9 Desember nanti akan sangat menentukan masa depan daerah,” tuturnya.
Lihat Juga :