Survei Indikator: 77,2% Publik Percaya pada Demokrasi
Minggu, 03 April 2022 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Adapun alasan publik memilih demokrasi, Burhanuddin menjelaskan bahwa sudah lebih dari 2 dekade bangsa Indonesia memilih demokrasi sejak reformasi. Demokrasi pascareformasi sudah diterima oleh publik, publik menganggap demokrasi the only game in town, satu-satunya aturan main yang disepakati. "Bahwa demokrasi tidak sempurna, mereka meyakini itu, tapi demokrasi tetap yang terbaik," ujar Burhan.
Karena itu, menurut Burhanuddin, alasan masifnya penolakan publik terhadap wacana penundaan Pemilu 2024, karena mereka merasa menjadi bagian dari demokrasi yang dilakukan pasca reformasi. "Misalnya terakhir, isu penundaan pemilu melakukan reaksi cukup keras, karena mereka merasa menjadi bagian dari kehidupan mereka, terutama pasca reformasi," katanya.
Baca juga: SMRC: Isu Penundaan Pemilu 2024 Turunkan Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden
Survei Indikator dilakukan pada 11-21 Februari 2022. Populasi survei ini adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih pada pemilu. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan basis sampel 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi dan terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor yang kembali mendatangi responden terpilih, dan tidak ditemukan kesalahan berarti.
Karena itu, menurut Burhanuddin, alasan masifnya penolakan publik terhadap wacana penundaan Pemilu 2024, karena mereka merasa menjadi bagian dari demokrasi yang dilakukan pasca reformasi. "Misalnya terakhir, isu penundaan pemilu melakukan reaksi cukup keras, karena mereka merasa menjadi bagian dari kehidupan mereka, terutama pasca reformasi," katanya.
Baca juga: SMRC: Isu Penundaan Pemilu 2024 Turunkan Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden
Survei Indikator dilakukan pada 11-21 Februari 2022. Populasi survei ini adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih pada pemilu. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan basis sampel 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi dan terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor yang kembali mendatangi responden terpilih, dan tidak ditemukan kesalahan berarti.
(abd)
Lihat Juga :