SMRC: Isu Penundaan Pemilu 2024 Turunkan Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden
Jum'at, 01 April 2022 - 20:46 WIB
loading...
Hasil survei SMRC mencatat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi menurun daam setahun terakhir. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun. Hal ini terpotret dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC ) pada Maret 2022.
Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyampaikan bahwa kinerja Presiden Jokowi masih dinilai positif di mata publik pada umumnya. Kendati demikian, dalam setahun terakhir kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun. "Dari 77 persen pada survei Maret 2021 menjadi 64,6 persen pada survei terakhir Maret 2022," kata Deni dalam paparannya secara daring, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: Yudi Latif: Penundaan Pemilu Menghancurkan Demokrasi
Deni memperlihatkan ada kecenderungan gagasan penundaan pemilu dan presiden tiga periode berkontribusi pada menurunnya tingkat kepuasan publik atas kinerja presiden. Dia menjelaskan, dalam data tabulasi silang, terlihat bahwa sikap warga yang pada umumnya menolak usulan penundaan pemilu menurunkan sentimen positif atas kinerja presiden.
"Ada 72 persen dari pendukung penundaan pemilu karena alasan Covid-19 yang puas atas kinerja presiden. Sementara pada yang menolak penundaan pemilu, hanya 60 persen yang puas pada kinerja presiden," ujarnya.
Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyampaikan bahwa kinerja Presiden Jokowi masih dinilai positif di mata publik pada umumnya. Kendati demikian, dalam setahun terakhir kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun. "Dari 77 persen pada survei Maret 2021 menjadi 64,6 persen pada survei terakhir Maret 2022," kata Deni dalam paparannya secara daring, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: Yudi Latif: Penundaan Pemilu Menghancurkan Demokrasi
Deni memperlihatkan ada kecenderungan gagasan penundaan pemilu dan presiden tiga periode berkontribusi pada menurunnya tingkat kepuasan publik atas kinerja presiden. Dia menjelaskan, dalam data tabulasi silang, terlihat bahwa sikap warga yang pada umumnya menolak usulan penundaan pemilu menurunkan sentimen positif atas kinerja presiden.
"Ada 72 persen dari pendukung penundaan pemilu karena alasan Covid-19 yang puas atas kinerja presiden. Sementara pada yang menolak penundaan pemilu, hanya 60 persen yang puas pada kinerja presiden," ujarnya.
Lihat Juga :