Ketua MK Anwar Usman Jawab Desakan Mundur karena Nikahi Adik Jokowi

Minggu, 27 Maret 2022 - 11:49 WIB
loading...
Ketua MK Anwar Usman Jawab Desakan Mundur karena Nikahi Adik Jokowi
Ketua MK Anwar Usman tidak menjawab tegas soal desakan mundur yang dialamatkan terhadapnya. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman angkat bicara soal munculnya desakan pengunduran dirinya gara-gara akan menikahi Idayati, adik Presiden Jokowi . Respons disampaikan ketika dia menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PA GMNI, Jakarta, Sabtu (26/3/2022).

Saat ditanya sikapnya, Anwar tak menjawab pasti dan tegas. Dia hanya memberikan pernyataan tunggu tanggal mainnya terkait dengan desakan tersebut. "Wah sudah ya, nanti tunggu tanggal mainnya," kata Anwar.

Dikejar soal rencana pernikahannya, Anwar mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta. "Itukan begini, ini kan semua kembali kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa," ujar Anwar.

Baca juga: Lamar Adik Presiden Jokowi, Anwar Usman Disarankan Mundur dari Ketua MK

Anwar Usman melamar adik Presiden Jokowi, Idayati pada 12 Maret 2022 lalu. Keduanya sepakat melangsungkan pernikahan pada Mei 2022. Lantaran keputusannya itu, Anwar Usman didesak banyak pengamat dan pakar hukum untuk mundur dari jabatannya.

Kecuali Mahfud MD yang menjabat sebagai Menko Polhukam, sejumlah ahli hukum melihat pernikahan Anwar Usman dengan adik Jokowi bermasalah dalam soal etika.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat misalnya, meminta kepada Anwar Usman agar mengundurkan diri dari Ketua MK. Menurutnya, pernikahan pejabat publik dengan keluarga pimpinan negara, tidak sama dengan masyarakat umum.



"Mengingat Anwar Usman sebagai Ketua MK yang sedang menangani gugatan-gugatan terhadap pemerintah yang diajukan oleh sejumlah kalangan, seperti gugatan terhadap UU IKN (Ibu Kota Negara)," kata Nur Hidayat dalam keterangannya.

"Apalagi pemberitaan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu satu tahun kekayaan Ketua MK melonjak hingga Rp20 miliar," ujar mantan Ketua BEM Universitas Indonesia ini.
(muh)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1521 seconds (11.252#12.26)