Kasus Bertambah 1.106 Orang, Pelacakan Agresif Picu Lonjakan Pasien Positif
Rabu, 17 Juni 2020 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, rencana pemerintah untuk menerapkan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19 terus menuai perdebatan. Pasalnya, sebelum new normal itu diterapkan, masyarakat yang terjangkit maupun yang meninggal akibat Covid-19 terus meningkat tajam. Bahkan, pada Senin (15/6) sebanyak 64 pasien meninggal dunia akibat pandemi ini. (Lihat foto: Hampir Tiga Bulan Tutup, Pasar Tanah Abang Kembali Beroperasi)
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay berpandangan new normal belum tepat untuk diberlakukan di waktu sekarang ini. Pasalnya, kurva penyebaran virus Covid-19 masih terus merangkak naik.
Saleh mengakui bahwa di satu sisi harus disadari bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melakukan stabilisasi perekonomian. Namun di sisi lain, untuk menstabilkan ekonomi tidak boleh mengorbankan masyarakat. “Jadi, memang harus ada keseimbangan antara ekonomi dan keselamatan,” ujar Wakil Ketua Fraksi PAN DPR itu. (Baca juga: Ultimatum Jajarannya, Jokowi Ancam Penyeleweng Dana Covid-19)
Karena itu, menurut Saleh, pemerintah harus mempersiapkan segala sesuatu jika new normal benar-benar diterapkan. Termasuk menyiapkan aparatur yang siap mengingatkan dan mendisiplinkan masyarakat. Para petugas itu harus menegur masyarakat yang melanggar protokol kesehatan yang sudah dibuat sesuai standar.
“Kalau ada warga masyarakat yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak, tidak tertib di keramaian, dan lain-lain, harus diingatkan. Kalau tidak tertib, dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan,” ujarnya. (Binti Mufaridah/Kiswondari)
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay berpandangan new normal belum tepat untuk diberlakukan di waktu sekarang ini. Pasalnya, kurva penyebaran virus Covid-19 masih terus merangkak naik.
Saleh mengakui bahwa di satu sisi harus disadari bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melakukan stabilisasi perekonomian. Namun di sisi lain, untuk menstabilkan ekonomi tidak boleh mengorbankan masyarakat. “Jadi, memang harus ada keseimbangan antara ekonomi dan keselamatan,” ujar Wakil Ketua Fraksi PAN DPR itu. (Baca juga: Ultimatum Jajarannya, Jokowi Ancam Penyeleweng Dana Covid-19)
Karena itu, menurut Saleh, pemerintah harus mempersiapkan segala sesuatu jika new normal benar-benar diterapkan. Termasuk menyiapkan aparatur yang siap mengingatkan dan mendisiplinkan masyarakat. Para petugas itu harus menegur masyarakat yang melanggar protokol kesehatan yang sudah dibuat sesuai standar.
“Kalau ada warga masyarakat yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak, tidak tertib di keramaian, dan lain-lain, harus diingatkan. Kalau tidak tertib, dikhawatirkan dapat memperburuk keadaan,” ujarnya. (Binti Mufaridah/Kiswondari)
(ysw)
Lihat Juga :