Punya Reputasi Tuntaskan Konflik Kamboja, Indonesia Bisa Tengahi Perang Rusia-Ukraina
Sabtu, 19 Maret 2022 - 19:27 WIB
loading...
Pemerhati Politik Internasional dan Isu-isu Strategis Prof Imron Cotan menegaskan Indonesia masih memiliki momentum untuk mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui jalur diplomasi atau perundingan. Foto/REUTERS/Vitalii Hnidyi
A
A
A
JAKARTA - Pemerhati Politik Internasional dan Isu-isu Strategis Prof Imron Cotan menegaskan Indonesia masih memiliki momentum untuk mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui jalur diplomasi atau perundingan. Diplomasi itu berbasis BAB IV Piagam PBB tentang penylesaian konflik melalui cara damai.
Indonesia, kata Imron, memiliki rekam jejak cukup baik dalam mengakhiri konflik di dunia. Dia mencontohkan keberhasilan Indonesia mengakhiri konflik Kamboja melalui Jakarta Informal Meetingatau JIMpada tahun 1988 dan 1989. Hal itu dikatakan Imron dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Dampak Global Invasi Rusia ke Ukraina", Jumat (18/3/2022). Baca juga: Ukraina Klaim Habisi Jenderal Kelima Rusia dalam Pertempuran
"Indonesia memiliki rekam jejak baik, sehingga cukup mampu untuk turut berperan menyelesaikan perang Rusia-Ukraina, apalagi posisi kita sebagai Presiden G-20. Kita belum kehilangan momentum," ujar Imron dalam keterangannya, Sabtu (19/3/2022).
Imron pun menyarankan Dubes Ukraina di Jakarta menaikkan perhatian Presiden Zelensky untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai penengah yang jujur di dalam perang di palagan Eropa tersebut. Sehingga mereka mau menerima peran Indonesia sebagai negara penengah guna merintis perdamaian di kawasan tersebut.
Indonesia, kata Imron, memiliki rekam jejak cukup baik dalam mengakhiri konflik di dunia. Dia mencontohkan keberhasilan Indonesia mengakhiri konflik Kamboja melalui Jakarta Informal Meetingatau JIMpada tahun 1988 dan 1989. Hal itu dikatakan Imron dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Dampak Global Invasi Rusia ke Ukraina", Jumat (18/3/2022). Baca juga: Ukraina Klaim Habisi Jenderal Kelima Rusia dalam Pertempuran
"Indonesia memiliki rekam jejak baik, sehingga cukup mampu untuk turut berperan menyelesaikan perang Rusia-Ukraina, apalagi posisi kita sebagai Presiden G-20. Kita belum kehilangan momentum," ujar Imron dalam keterangannya, Sabtu (19/3/2022).
Imron pun menyarankan Dubes Ukraina di Jakarta menaikkan perhatian Presiden Zelensky untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai penengah yang jujur di dalam perang di palagan Eropa tersebut. Sehingga mereka mau menerima peran Indonesia sebagai negara penengah guna merintis perdamaian di kawasan tersebut.
Lihat Juga :