Masih Tak Percaya Ada Virus Corona? Ini Penjelasan Dokter Reisa
Selasa, 16 Juni 2020 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Virus corona yang masuk ke tubuh seseorang, kata Reisa, dapat menggandakan diri di dalam sel tubuh manusia. Terutama di bagian saluran pernapasan bawah seperti paru-paru. Virus ini mengganggu imunitas atau kekebalan tubuh. "Dan bagi mereka yang sudah memiliki penyakit penyerta atau penyakit bawaan, seperti batu ginjal, diabetes, darah tinggi akibatnya dapat menjadi fatal," katanya.(Baca juga: Dokter Reisa Ungkap Cara Jepang dan China Taipei Tangani COVID-19 Tanpa Lockdown )
Penyebaran virus ini terjadi dari satu manusia melalui percikan cairan yang berasal dari saluran pernapasan dan mulut. Seperti buliran yang keluar saat batuk atau bersin yang disebut sebagai droplet.
Selain itu, penularan dapat terjadi melalui kontak terhadap droplet tersebut baik secara kontak langsung dengan orang yang membawa virus atau melalui perantara permukaan yang dipegang oleh orang tersebut. "Bahkan ketika seseorang batuk atau bersin atau bahkan berbicara, maka virus tersebut dapat keluar bersamaan dengan percikan liur atau cairan hidung," kata Reisa.
Apabila percikan tersebut tersentuh oleh tangan atau jatuh di permukaan benda yang ada di sekitar orang tersebut, maka tegas Reisa besar kemungkinannya dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain. "Terutama apabila orang tersebut tidak menjaga kebersihan tangannya lalu kemudian menyentuh bagian mata hidung dan mulut," katanya.
Penyebaran virus ini terjadi dari satu manusia melalui percikan cairan yang berasal dari saluran pernapasan dan mulut. Seperti buliran yang keluar saat batuk atau bersin yang disebut sebagai droplet.
Selain itu, penularan dapat terjadi melalui kontak terhadap droplet tersebut baik secara kontak langsung dengan orang yang membawa virus atau melalui perantara permukaan yang dipegang oleh orang tersebut. "Bahkan ketika seseorang batuk atau bersin atau bahkan berbicara, maka virus tersebut dapat keluar bersamaan dengan percikan liur atau cairan hidung," kata Reisa.
Apabila percikan tersebut tersentuh oleh tangan atau jatuh di permukaan benda yang ada di sekitar orang tersebut, maka tegas Reisa besar kemungkinannya dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain. "Terutama apabila orang tersebut tidak menjaga kebersihan tangannya lalu kemudian menyentuh bagian mata hidung dan mulut," katanya.
(abd)
Lihat Juga :