PPATK Sebut Aliran Dana Investasi Ilegal Terafiliasi Situs Judi di Rusia

Jum'at, 18 Maret 2022 - 08:30 WIB
loading...
PPATK Sebut Aliran Dana Investasi Ilegal Terafiliasi Situs Judi di Rusia
Kepala PPATK Ivan Yustivandana mengungkapkan sebagian dana investasi ilegal di Indonesia terafiliasi dengan situs judi di Rusia. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK ) mengungkapkan aliran dana investasi ilegal seperti binary option, robot trading, dan forex trading di Indonesia ada yang terafiliasi dengan situs judi di Rusia. Hal ini diketahui dari setelah PPATK melacak aliran dana investasi ilegal Indoesia yang ke luar negeri.

"Dari hasil koordinasi dengan mitra kerja PPATK dari Financial Inteligent Unit (FIU) di luar negeri, diketahui adanya aliran dana keluar negeri dalam jumlah signifikan ke rekening bank yang berlokasi di Belarusia, Kazahkstan, dan Swiss," ujar Kepala PPATK Ivan Yustivandana, Jumat (18/3/2022).

Baca juga: Kasus Penipuan Binomo Doni Salmanan Naik ke Penyidikan

Ia menyebutkan pihaknya dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Indonesia, PPATK terus berkoordinasi dengan Financial Intelligence Unit (FIU) dari negara lain.

"Penerima dana diduga merupakan pemilik dari platform Binomo yang berlokasi di Kepulauan Karibia dengan total dana selama periode September 2020 - Desember 2021 sebesar 7,9 juta Euro," tutur Ivan Yustivandana.

Bahkan ia mengungkapkan dana investasi ilegal tersebut pada akhirnya bermuara di situs judi yang ada di Rusia yang saat ini sedang melakukan invasi ke Ukraina.

"Dana tersebut kemudian ditransfer kembali dengan penerima akhir dana adalah entitas pengelola sejumlah situs judi online dan terafiliasi dengan situs judi di Rusia," pungkas Ivan Yustivandana.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, PPATK terbaru telah melakukan analisis terhadap aliran yang tindak pidana investasi ilegal terhadap 29 rekening dengan nilai Rp 7,2 miliar.

"Total sebanyak 150 rekening dengan total nominal Rp 361,2 miliar yang telah dibekukan sementara," ujar Ivan Yustivandana.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2931 seconds (11.97#12.26)