Kualitas Pilkada Jangan Ditawar dengan Motif Ekonomi

Selasa, 16 Juni 2020 - 16:17 WIB
loading...
Kualitas Pilkada Jangan...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tahapan awal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 telah dimulai pada 15 Juni setelah tertunda hampir tiga bulan akibat pandemi Covid-19. Namun, pelaksanaan kontestasi itu dinilai masih sangat dipaksakan.

Peneliti Senior Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay menganggap penyelenggaraan itu makin berpotensi menyebabkan kualitas pilkada menurun. Terlebih lagi, ada kesan memanfaatkan agenda itu untuk menumbuhkan sektor ekonomi.

“Kualitas pilkada jangan diobral. Ini yang saya khawatirkan. Jangan sampai gara-gara memaksakan, akhirnya malah mengesampingkan pentingnya kualitas penyelenggaraan pilkada yang baik,” kata Hadar dalam diskusi daring, Selasa (16/6/2020).

(Baca: Petahana Dilarang Mutasi Pejabat dan Tunggangi Bansos Covid-19)

Eks anggota KPU itu menyayangkan begitu ngotot-nya pemerintah untuk menggelar pilkada pada Desember mendatang. Padahal dari sisi kesiapan alat pelindung diri (APD) belum sepenuhnya tersedia bagi penyelenggara pemilu di daerah.

“Kalau tahapan pilkada itu tidak disiapkan dengan baik tanpa mempertimbangkan kehati-hatian dengan protokol kesehatan, bisa jadi wabah Covid-19 akan berjalan terus dan muncul klaster baru atau gelombang kedua,” imbuh dia.

Menurut Hadar, karena pandemi ini maka kampanye yang dilakukan nanti hanya ala kadarnya. Begitu juga antusiasme masyarakat memilih calon juga hanya sekedarnya.

Tak hanya itu, ada potensi pemanfaatan bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19 untuk mendompleng suara dan elektabilitas posisi petahana yang maju kembali dalam pilkada. Padahal, penyaluran bansos memang sudah menjadi tugas dari kepala daerah.

“Persoalannya, bagaimana untuk membedakan dan meneggakan hukum bagi mereka yang memanfaatkan situasi itu? Jadi itu potensi praktek menyimpang demi meraih suara dengan memanfatkan bansos pandemi,” celetuknya.

(Baca: Soal Dukungan untuk Anak-Menantu Jokowi, Gerindra Berharap Juli Sudah Jelas)

Hadar meminta pilkada tidak dikaitkan dengan motif lain untuk menggerakan roda perekonomian, Sebaliknya, dia meminta pemerintah, DPR dan KPU sebaiknya mempertimbangkan dan mempersiapkan dengan cermat, baik peraturan, kesiapan logistik yang dibutuhkan.

Penundaan pilkada menjadi Maret atau September 2021 menurutnya adalah alternatif yang lebih baik untuk mengoptimalkan persiapan. Dengan begitu, pesta demokrasi juga bisa dinikmati semua masyarakat di daerah dalam memilih pemimpin mereka.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Soroti Biaya Tinggi...
Soroti Biaya Tinggi Pilkada, Bahlil: Kalau Dipertahankan, Mau Jadi Apa Demokrasi Kita?
Rekonsiliasi Jadi Tantangan...
Rekonsiliasi Jadi Tantangan Usai Pilkada Serentak 2024
Masa Tenang Pilkada...
Masa Tenang Pilkada 2024 Dimulai Hari Ini, Pencoblosan 27 November
Resmi, 27 November 2024...
Resmi, 27 November 2024 Hari Libur Nasional
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
KPUD Jakarta Sambangi...
KPUD Jakarta Sambangi Rumah Rano Karno, Serahkan Undangan Penetapan Hasil Pilkada 2024
Rekomendasi
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved