Kejar Pemeriksaan 20.000 Spesimen Per Hari, Kemenkes Tambah SDM
Selasa, 16 Juni 2020 - 14:18 WIB
loading...
Presiden Jokowi telah menginstruksikan penambahan kapasitas pemeriksaan spesimen hingga 20.000 sampel per hari untuk mencari kasus positif COVID-19. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan penambahan kapasitas pemeriksaan spesimen hingga 20.000 sampel per hari untuk mencari kasus positif COVID-19 . Untuk mengejar targer itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan beberapa strategi, salah satunya menambah sumber daya manusia (SDM).
"Memang bapak Presiden telah memberikan instruksi kepada kita bahwa beliau mengucapkan terima kasih karena sudah mencapai 10.000 per hari. Dan untuk itu diharapkan untuk meningkatkan target kita sampai 20.000 per hari. Dengan target 20.000 per hari ini tentunya kita tidak boleh tinggal diam, harus ada berapa strategi," kata Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes , Abdul Kadir dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha BNPB, Jakarta (16/6/2020).
Strategi pertama, kata Abdul, adalah pada penguatan di laboratorium. "Jadi mungkin sekarang ini 139 laboratorium. Pada saat kita menghitung kapasitas maksimal kita per hari itu ternyata kita mampu memeriksa sampai 30.900 per hari dengan hitungan kapasitas maksimal," katanya. (Baca juga: Jauh dari Target, Pemeriksaan Spesimen Corona Hanya 8.776 Sampel )
Abdul mengatakan, realisasi pemeriksaan paling tinggi saat ini baru sebanyak 19.000 spesimen. "Tetapi kan realisasinya masih sekitar 19.000. Artinya apa, masih ada sekitar 10.000 potensi kemampuan kita memeriksa yang belum optimal. Oleh karena itu salah satu cara yang kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas mencapai 20.000 ini adalah optimalisasi laboratorium yang sudah ada," katanya.
Bagaimana caranya? Abdul mengatakan, pertama yang dilakukan adalah dengan memperpanjang jam kerja. Pasalnya, banyak laboratorium yang jam kerjanya itu hanya 6 jam per hari karena keterbatasan sumber daya manusia, logistik dan sebagainya. "Oleh karena itu untuk bisa mencapai 30.000, strategi kita yang pertama adalah melipatgandakan jam kerja, dari 6 jam kita minta 12 jam per hari," katanya.
"Memang bapak Presiden telah memberikan instruksi kepada kita bahwa beliau mengucapkan terima kasih karena sudah mencapai 10.000 per hari. Dan untuk itu diharapkan untuk meningkatkan target kita sampai 20.000 per hari. Dengan target 20.000 per hari ini tentunya kita tidak boleh tinggal diam, harus ada berapa strategi," kata Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes , Abdul Kadir dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Graha BNPB, Jakarta (16/6/2020).
Strategi pertama, kata Abdul, adalah pada penguatan di laboratorium. "Jadi mungkin sekarang ini 139 laboratorium. Pada saat kita menghitung kapasitas maksimal kita per hari itu ternyata kita mampu memeriksa sampai 30.900 per hari dengan hitungan kapasitas maksimal," katanya. (Baca juga: Jauh dari Target, Pemeriksaan Spesimen Corona Hanya 8.776 Sampel )
Abdul mengatakan, realisasi pemeriksaan paling tinggi saat ini baru sebanyak 19.000 spesimen. "Tetapi kan realisasinya masih sekitar 19.000. Artinya apa, masih ada sekitar 10.000 potensi kemampuan kita memeriksa yang belum optimal. Oleh karena itu salah satu cara yang kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas mencapai 20.000 ini adalah optimalisasi laboratorium yang sudah ada," katanya.
Bagaimana caranya? Abdul mengatakan, pertama yang dilakukan adalah dengan memperpanjang jam kerja. Pasalnya, banyak laboratorium yang jam kerjanya itu hanya 6 jam per hari karena keterbatasan sumber daya manusia, logistik dan sebagainya. "Oleh karena itu untuk bisa mencapai 30.000, strategi kita yang pertama adalah melipatgandakan jam kerja, dari 6 jam kita minta 12 jam per hari," katanya.
Lihat Juga :