Menanti Jaminan Keamanan di Papua

Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:09 WIB
loading...
Menanti Jaminan Keamanan...
Kelompok Kriminal Bersenjeta (KKB) di Papua masih sangat berbahaya, terbukti dengan banyaknya kasus penyerangan kepada masyarakat sipil yang berakibat jatuhnya banyak korban jiwa. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
SAMPAI kapan gejolak di Papua bisa berakhir? Pertanyaan demikian sudah pasti tersimpan di benak masyarakat luas yang prihatin melihat korban terus berjatuhan. Bahkan, belakangan intensitasnya menunjukkan peningkatan dengan korban yang lebih banyak.

Salah satu insinden yang paling mengusik perasaan adalah meninggalnya delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Kago, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, Papua pada Rabu (2/3). Mereka mengalami nasib nahas saat membangun tower Base Tranceiver Station (BTS) 3 Telkomsel. Sebelumnya, tiga personel TNI gugur saat melakukan patroli di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Kamis (27/1).

Fakta-fakta memprihatinkan tersebut mengindikasikan bahwa KKB bukan hanya masih eksis, tapi juga memiliki kemampuan yang bisa mengacaukan keamanan di Papua. Selain itu, mereka bukan hanya mengincar prajurit TNI, tapi juga kian meningkatkan intensitas ancaman terhadap masyarakat sipil. KKB tidak peduli siapa yang menjadi target, kecuali hanya menciptakan kekacauan dan mencari perhatian.

Di sisi lain, realitas masih bertaringnya kekuatan KKB menimbulkan pertanyaan sejauh mana efektivitas berbagai bentuk operasi keamanan maupun pendekatan kesejahteraan di Papua? Sebaliknya, apakah pendekatan baru yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang dinilai lebih soft bisa menggaransi terwujudnya keamanan di Papua?

Tak dapat dimungkiri, langkah yang dilakukan pemerintah, TNI dan Polri selama ini telah mempersempit ruang gerak KKB dan memperlemah kekuatan mereka. Seperti diungkapkan Kogabwilhan III, kondisi tersebut bisa dilihat dari wilayah operasi KKB yang terpusat di gunung-gunung. Dalam operasinya, mereka juga diidentifikasi bergerak dalam kekuatan kecil antara 5-7 orang. Begitupun bekal senjata yang dibawa, sangat terbatas.

Walaupun demikian, bukan berarti KKB sudah lemah dan tidak berdaya. Banyaknya korban keganasan mereka menjadi bukti bahwa sekecil apapun kekuatan mereka saat ini masih perlu mendapat perhatian serius. Dalam konteks keamanan, perhatian semestinya diberikan dengan meningkatkan intensitas operasi hingga kekuatan KKB benar-benar pada titik kelumpuhan dan tidak lagi bisa melakukan gangguan signifikan.

Tapi ternyata, Jenderal TNI Andika Perkasa memilih pendekatan berbeda. Begitu dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI (17/11), dia menegaskan akan memberlakukan Papua tak ubahnya wilayah lain di NKRI. Dengan demikian, status gelar Satgas yang ada di Papua dan Papua Barat harus sama dengan wilayah lain. Dia sangat optimistis langkah baru ini bisa berhasil mewujudkan keamanan di wilayah Papua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
1 Mei, Papua, dan Janji...
1 Mei, Papua, dan Janji yang Belum Selesai
Cegah Eskalasi Kekerasan,...
Cegah Eskalasi Kekerasan, Pemerintah Diminta Buat Resolusi Konflik Papua
Operasi Damai Cartenz...
Operasi Damai Cartenz Tangkap 28 Orang di Yahukimo, 9 Ditetapkan Tersangka
Menko Polkam Apresiasi...
Menko Polkam Apresiasi TNI-Polri Sigap Tangani Peristiwa Penembakan Pesawat di Papua
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
Rekomendasi
Pegadaian Dorong Green...
Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta lewat Program Becak Kayuh Listrik
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 18 : Penyelidikan Wahyu Menemui Jalan Buntu
Berita Terkini
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Menteri PU Dody Hanggodo...
Menteri PU Dody Hanggodo Respons Isu Kena Reshuffle: Ampun Bos Ampun
TNI Habema Bergerak...
TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia 2026
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved