Penyebaran Covid-19, Waspada Gelombang Kedua di Depan Mata

Selasa, 16 Juni 2020 - 06:57 WIB
loading...
Penyebaran Covid-19,...
Petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor memeriksa suhu tubuh calon penumpang bus milik Pemprov DKI Jakarta di Stasiun Bojong Gede, Kabupaten Bogor, JawaBarat, kemarin. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Ancaman munculnya gelombang kedua virus corona (Covid-19) tak boleh disepelekan. Potensi itu tetap nyata dan semakin di depan mata. Di DKI Jakarta maupun sejumlah, dalam 10 hari terakhir, kehidupan warga seolah telah normal kembali dengan sedikit yang memedulikan masa pandemi. Sikap abai dan terlalu percaya diri dengan mengesampingkan protokol kesehatan di tengah kasus Covid-19 masih tinggi hakikatnya menjadi ancaman besar.

Tak hanya Indonesia yang tengah was-was menghadapi ancaman ini. Spanyol, China, India dan negara-negara Amerika Latin juga tengah bersiap menghadapi gelombang kedua virus corona karena mengalami peningkatan jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir. "Jumlah kasus memang menunjukkan peningkatan di banyak wilayah," kata kepala epidemologi Spanyol, Fernando Simon.

Dia mengungkapkan, Spanyol terus melakukan pelacakan dan isolasi wilayah tertentu yang mengalami peningkatyan. Meskipun menghadapi ancaman gelombang kedua, Madrid dan Catalonia tetap memperbolehkan restoran, bar dan bioskop untuk kembali beroperasi. Pergerakan masyarakat tetap dibatasi, karena status darurat negara masih berlaku hingga 21 Juni mendatang. Setelah itu, seluruh wilayah Spanyol akan memasuki skenario new normal dengan mewajibkan penggunaan masker dan menjaga jarak minimal sekitar satu meter.

Di negara-negara Amerika Latin juga mengkhawatirkan terjadinya gelombang kedua. Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Selatan dan Tengah telah mencapai 1,5 juta dan 70.000 orang meninggal dunia. Namun, tidak ada sinyal jika kasus penyebaran menurun. "Krisis ini bisa memicu resesi terburuk sepanjang sejarah," kata Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC), dilansir Reuters.

Di India, para pakar mengatakan negara itu masih jauh dari puncak virus korona. "Kita semua berharap yang terbaik, tetapi kita siap secara mental dan fisik menghadapi kondisi terburuk," kata Deven Juneja, dokter di rumah sakit di India. (Baca: 1.389 Pasien Covid-19 di Jakarta Masih Jalani Perawatan)

Beijing kini juga tengah siaga setelah banyaknya pasien baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. China pun terancam menghadapi gelombang kedua. Pusat penyebaran Covid-19 diyakini berasal dari Xinfandi, pasar wholesale terbesar di Asia yang menampung 80% produk pertanian dari China dan luar China.

Pasar Xinfandi telah ditutup setelah puluhan ribu warga sekitar terinfeksi Covid-19. Warga yang pernah mengunjungi pasar itu dalam sepekan terakhir dan melakukan kontak dengan pasien positif diminta untuk melakukan pemeriksaan demi keselamatan bersama. Beberapa sekolah di Beijing juga kini telah diliburkan.

"Risiko Covid-19 menyebar secara luas sangat tinggi. Jadi, kami mengambil langkah pencegahan," kata Xu Hejiang, juru bicara pemerintah Beijing, akhir pekan lalu. Xinfandi 20 kali lebih luas dibandingkan pasar seafood di Wuhan atau seluas 160 lapangan sepak bola. Ribuan ton sayuran, buah-buahan, dan daging diperjualbelikan setiap hari di Xinfandi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved