Waspada Investasi di Aset Digital
Kamis, 10 Maret 2022 - 13:46 WIB
loading...
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih produk investasi pada platform digital dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan yang tinggi. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
ISTILAH aset digital mulai populer dalam setahun terakhir. Hal itu lantaran banyak selebritas, influencer, yang membuat konten secara masif melalui platform media sosial. Ironisnya, selebritas maupun influencer tersebut sebagian besar justru tak paham dengan konten yang diproduksi. Sebagian besar hanya sebagai afiliator, sebuah istilah baru untuk seseorang yang meng-endorse produk tertentu.
Namun, apa yang dilakukan oleh para afiliator itu mampu membius masyarakat dan membuat masyarakat tergoda untuk menjadi kaya raya dalam waktu singkat. Istilah aset kripto, Bitcoin, NFT, hingga robot trading hampir setiap hari dibicarakan masyarakat. Seolah instrumen-instrumen itu menjadi jalan pintas untuk meraup rupiah.
Kasus penipuan Binomo Indra Kesuma atau Indra Kenz sejatinya tak akan terjadi apabila masyarakat dibekali literasi investasi. Kini para korban penipuan mulai muncul satu per satu. Bahkan ada yang kehilangan uang hingga ratusan juta. Aplikasi Binomo yang sering muncul di iklan-iklan dunia maya, endorsement sejumlah selebritas, dan menjadi sponsor acara itu digunakan Indra Kenz untuk melakukan aksi penipuan.
Masyarakat tergiur untuk menjadi kaya raya, apalagi di usia muda. Banyak pula yang teperdaya. Yang terbaru kasus Doni Salmanan yang diduga sebagai afiliator dua platform binary option, yakni Olymp Trade dan Quotex yang merugikan masyarakat.
Sejatinya Satgas Waspada Investasi telah memberikan petunjuk kepada masyarakat untuk selalu waspada dalam berinvestasi. Beberapa modus penipuan investasi saat ini dilakukan dengan skema Ponzi dengan modus cryptocurrency. Di antaranya EDC Cash, yakni sebuah platform pengelolaan aset digital berbasis aplikasi yang dalam aktivitasnya yaitu mining dan jual/beli aset digital.
Aplikasi EDC Cash memudahkan para miners (penambang) meraih pertumbuhan koin secara otomatis (automining) setiap hari selama 24 jam. Satgas Waspada Investasi menemukan bahwa EDC Cash menawarkan hasil penambangan maksimal 0,5% per hari. Ada pula Lucky Trade Community (LTC)/Lucky Best Coin (LBC)/ PT Digital Global Gemilang. Penipuan dilakukan dengan melakukan investasi penjualan adalah cryptocurrency dengan paket imbal hasil dan skema merekrut anggota baru alias member get member.
Ada juga Golden Bird/Burung Emas berupa penawaran investasi burung dengan paket investasi sesuai jenis burung yang dipilih dan imbal hasil menggunakan logo OJK tanpa izin.
Namun, apa yang dilakukan oleh para afiliator itu mampu membius masyarakat dan membuat masyarakat tergoda untuk menjadi kaya raya dalam waktu singkat. Istilah aset kripto, Bitcoin, NFT, hingga robot trading hampir setiap hari dibicarakan masyarakat. Seolah instrumen-instrumen itu menjadi jalan pintas untuk meraup rupiah.
Kasus penipuan Binomo Indra Kesuma atau Indra Kenz sejatinya tak akan terjadi apabila masyarakat dibekali literasi investasi. Kini para korban penipuan mulai muncul satu per satu. Bahkan ada yang kehilangan uang hingga ratusan juta. Aplikasi Binomo yang sering muncul di iklan-iklan dunia maya, endorsement sejumlah selebritas, dan menjadi sponsor acara itu digunakan Indra Kenz untuk melakukan aksi penipuan.
Masyarakat tergiur untuk menjadi kaya raya, apalagi di usia muda. Banyak pula yang teperdaya. Yang terbaru kasus Doni Salmanan yang diduga sebagai afiliator dua platform binary option, yakni Olymp Trade dan Quotex yang merugikan masyarakat.
Sejatinya Satgas Waspada Investasi telah memberikan petunjuk kepada masyarakat untuk selalu waspada dalam berinvestasi. Beberapa modus penipuan investasi saat ini dilakukan dengan skema Ponzi dengan modus cryptocurrency. Di antaranya EDC Cash, yakni sebuah platform pengelolaan aset digital berbasis aplikasi yang dalam aktivitasnya yaitu mining dan jual/beli aset digital.
Aplikasi EDC Cash memudahkan para miners (penambang) meraih pertumbuhan koin secara otomatis (automining) setiap hari selama 24 jam. Satgas Waspada Investasi menemukan bahwa EDC Cash menawarkan hasil penambangan maksimal 0,5% per hari. Ada pula Lucky Trade Community (LTC)/Lucky Best Coin (LBC)/ PT Digital Global Gemilang. Penipuan dilakukan dengan melakukan investasi penjualan adalah cryptocurrency dengan paket imbal hasil dan skema merekrut anggota baru alias member get member.
Ada juga Golden Bird/Burung Emas berupa penawaran investasi burung dengan paket investasi sesuai jenis burung yang dipilih dan imbal hasil menggunakan logo OJK tanpa izin.
Lihat Juga :